arnews.id
arnews.id Media Online

Usai Sebut TNI Gerombolan, Effendi Simbolon Mengaku Nyawa Terancam

125

arnews – Anggota Komisi I DPR Effendi Sombolon mengaku nyawa dirinya dan keluarganya terancam setelah menyebut TNI seperti gerombolan.

Effendi mengaku mendapatkan ancaman-ancaman melalui ponselnya dalam beberapa hari terakhir melalui pesan tak dikenal selama 24 jam.

“Iya [mendapat ancaman], ancaman nyawa, keluarga, semua,” katanya pada Kamis (15/9).

“Mungkin teman-teman lihat sendiri viral-viral alamat rumah saya dikasih kemudian handphone saya 24 jam enggak berehenti berdering,” ujarnya.

Effendi mengakui telah mencari tahu dan menyelidiki pihak yang melakukan ancaman tersebut. Meski begitu, ia tak akan mengambil jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Effendi menyatakan tidak memiliki persoalan pribadi dengan Jendral Andhika Perkasa maupun Jendral Dudung Abdurrachman buntut pernyataanya dalam rapat.

Politikus PDIP itu berdalih tak memiliki pretensi pribadi dengan menyebut TNI seperti gerombolan. Dia pun meminta semua pihak mencermati dan melihat Kembali pernyataanya dalam rapat seccara utuh.

“Silahkan dibaca secara utuh dari palu pertama dibuka sapai palu terakhir ditutup di Komisi I,” katanya.

Politikus PDIP itu juga telah menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya pada selasa pekan lalu.

Sebelumnya, polemic terhadap Effendi berawal dari pernyataannya di rapat Komisi I Bersama Panglima TNI. Dia mempertanyakan ketidakhadiran KSAD Dudung dalam rapat tersebut.

“Panglima TNI hadir, KSAD tidak ada. Ada apa dengan TNI.., kami banyak temuan, diharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan, lebih-lebih dari ormas, tidak ada kepatuhan… kenapa di tubuh TNI ada pembangkangan-pembangkangan,” ujar Effendi Simbolon.

Leave A Reply

Your email address will not be published.