arnews.id
arnews.id Media Online

Tingkatkan Gizi Balita

187

CILEGON, arnews – Bayi dibawah lima tahun (Balita) itu sangat rentan sekali dengan kekurangan gizi atau gizi buruk. Terlebih di masa pandemi covid – 19 saat ini, banyak keluarga yang pendapatanya menurun dan tidak sedikit dan berpotensi mengalami masalah kekurangan gizi.

Hal tersebut diungkapkan Esi Widiastuti ahli gizi asal Cilegon pegawai UPTD Puskesmas Citangkil 1 kepada arnews.id, Sabtu 11 Desember 2021.

Esi menerangkan, Balita itu sangat rentan dengan gizi kurang. Makanya para orang tua wajib tahu apa yang harus dilakukan agar anaknya itu terbebas dari gizi buruk yakni dengan memberikan asupan gizi dengan mengkonsumsi makanan sehat.

“Makanan sehat itu bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun juga dianjurkan untuk membentuk kekebalan tubuh,” ungkap Esi.

Esi mengungkapkan, di pandemi ini tentunya banyak keluarga kurang mampu yang kesulitan untuk memenuhi gizi bagi anggota keluarganya tentunya itu menjadi PR bagi kami, untuk itu sebagai upaya agar balita tidak kekurangan gizi ,pihaknya melakukan upaya maksimal dengan terobosan – terobosan dengan bekerjasama dengan perusahaan swasta yang ada disekitar wilayah Citangkil guna memberikan pelayanan prima bagi warga.

“Karena balita itu sangat rentan mengalami gizi buruk. Makanya kita selalu melakukan terobosan – terobosan agar balita yang gizi kurang itu tetap sehat dan tidak kekurangan gizi dengan menggandeng perusahaan agar menyalurkan CSR nya bagi balita dari keluraga kurang mampu untuk menambah asupan gizinya,” kata Esi.

Setiap pekan tutur Esi pihaknya dengan para kader kesehatan selalu turun dan memberikan tambahan makanan bagi balita yang dinyatakan gizi kurang.

“Makanan yang kita berikan itu tentunya makanan yang bergizi. Dan sambil memberikan makanan bagi anggota keluarga yang dinyatakan kurang gizi kami juga memberikan edukasi kepada para orang tua. Bagaimana cara memasak yang baik?, sayuran apa yang cocok bagi balitanya?. Sehingga nantinya para orang tidak ketergantungan lagi kepada kader kesehatan atau petugas Puskemas, dan sebulan sekali kami melakukan pertemuan rutin dengan warga untuk nmendapatkan informasi keluarga yang kekurangan gizi ” katanya.

“Alhamdulilah dari seringnya kita melakukan pertemuan dengan warga tadi, angka balita yang gizi buruk di wilayah Citangkil dari tahun ketahun jumlah menurun,” tutupnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.