arnews.id
arnews.id Media Online

Tiga Peraih Nobel Perdamaian Ingin Hentikan Invasi Rusia

301

arnews – Pegiat HAM Belarusia Laes Bialiatski, organisasi HAM Rusia Memorial, dan Pusat Kebebasan Sipil (CCL) Ukraina akan diberikan Hadiah Nobel Perdamaian, Sabtu (10/12). Ketiganya mewakili tiga negara di pusat perang Ukraina.

Ketiganya bertekad untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina.

“Putin akan berhenti ketika dia siberhentikan. Ia pemimpin otoriter yang melihat setiap upaya untuk berdialog sabagai sebuah kelemahan,” kata Kepala CCL Oleksandra Matviichuk, dikutip dari AFP, Sabtu (10/12).

Oleksandra mendesak agar negara-negara Barat terus membantu Ukraina dalam usaha membebaskan wilayahnya yang diduduki Rusia.

CCL telah mendokumentasikan kejahatan perang yang dilakukan Rusia di Ukraina selama setahun terakhir. Lewat dokumentasi ini, Oleksandra ingin agar Putin dan Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko dibawa ke pengadilan.

“Perang ini bersifat genosida. Jika Ukraina menghentikan perlawanannya, kita tidak aka nada lagi. Jadi, saya yakin cepat atau lampabt Putin akan muncul di hadapan pengadilan internasional,” katanya.

Ketua Memorial Yan Rachinsky juga sejalan dengan Oleksandra. Namun, dalam komentarnya ia lebih berhati-hati, mengingat ancaman hukuman dari Rusia kepda pihak-pohak yang mengeritik konflik di Ukraina.

“Ukraina harus berjuang untuk kemerdekaannya, Ukraina tidak diperjuangkan kepentingannya sendiri, mereka berjuang untuk masa depan yang damai bagi kita semua,” katanya.

“Pilihan di hadapan masyarakat internasional adalah antara situasi yang tidak menyenangkan hari ini dan bencana esok hari,” tambahnya.

Memorial sendiri berdiri sejak 1989, dan selama Beberapa decade terakhir menyoroti kejahatan yang dilakukan oleh rezim totaliter Stalin. Mereka juga mendokumentasikan pelanggaran HAM Rusia.

Mahkamah Agung Rusia telah memerintahkan pembubaran Memorial pada akhir 2021 dan memerintahkan penggerebekan kantornya di Moskow pada 7 Oktober, tepat pada haru pengumuman sebagai pemenang Nobel Perdamaian tahun ini.

“Terkait dengan pembela HAM, saat ini di Rusia situasinya sangat buruk,” kata Rachinsky.

Sementara itu, peraih Nobel perdamaian lainnya, Ales Blialiaski tengah mendekam di penjara sambal menunggu persidangan. Ales dipenjara meyusul Tindakan keras Minsk atas proses besar-besaran terhadap rezim yang berkuasa.

Istrinya, Natalia Pinchuk yang akan mewakili menerima hadiah Nobel, Mengatakan masalah Belarusia juga diputuskan di medan perang Ukraina.

Dia mengatakan, Bialiaski tidak berwenang memberikan pidato penerimaan hadiah bergengsi itu karena masih berada di tahanan.

Acara penyerahan penghargaan Nobel akan di gelar di Oslo Cty Hall dan akan dihadiri oleh keluarga kerajaan Norwegia dan pejabat khusus. Sementara, di Stockholm akan diadakan acara penghargaan terpisah untuk menghormati para pemenang Nobel kategori di bidang kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan ekonomi.

Pemenang tahun ini akan diberikan mendali, diploma dan cek senilai 10 juta kronor Swedia atausekitar Rp15,11 miliar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.