arnews.id
arnews.id Media Online

Sekolah Di AS Pecat Guru Usai Langkahi Dan Maki Siswa Salat

60

arnews – Salah satu sekolah di AMreika Serikat, Franklin Academy, memecat seorang guru merek yang melangkahi dan memaki murid Muslim saat tengah salat.

Franklin Academy mengambil tindakan tegas tersebut setelah video yang menunjukan guru itu mengusik Sejumlah murid Muslim saat sedang melakukan salat viral di media sossial.

Pihak sekolah menganggap video itu meresahkan. Mereka pun menegaskan bahwa sikap guru itu tidak bisa diterima.

“[Kami tak bisak menoleransi] perilaku diskriminatif dalam bentuk apapun,” demikian pernyataan sekolah itu,dikutip dari ABC News, akhir pekan lalu.

Pernyataan itu berlanjut,” Kami tidak bisa menyampaikan bahwa guru yang bersangkutan bukan lagi anggota staf Franklin Academy.”

Franklin Academy merilis pernyataan tersebut usai video viral menunjukan guru perempuan didugan sengaja melangkah melewati murid yang tengah beribadah.

Para murid itu diduga menjalankan salat di ruang sang guru. Tak terima, guru tersebut mengganggu, Bahkan sampai hamper menginjak tangan salah satu muridnya.

“Ini kantor saya, dan kalian melakukan semua sihir itu?” kata guru dalam video yang dirilis NBC, Rabu (14/12).

Ia Kemudian berujar, “Saya tak mengerti apa yang terjadi disini. Saya percaya kepada Yesus jadi saya akan berjalan saja di lantai ini.”

Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amreika-Islam Florida, Abdullah jaber, menyebut insiden itu adalah sebuah pelajaran penting agar staf punya kesadaran beragama.

“Sangat penting bagi pengelola dan staf untuk mengetahui praktik-praktik dasar keyakinan dalam melayani siswa yang menjalankan keyakinan mereka, dalam hal ini umat Islam,” kata Jaber.

Di Florida, diskriminasi terhadap warga Muslim memang sering kali terjadi.

Survei Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) mengungkapkan sekitar 84 persen keluarga Muslim mengakui memiliki anak yang menghadapi intimidasi berbasis agama di sekolah sepanjang 2022.

Leave A Reply

Your email address will not be published.