arnews.id
arnews.id Media Online

Populasi Berkurang, Jutaan Rumah Di Jepang Kosong

191

arnews – Pemerintah jepang tengah dibuat pusing lantaran jumlah rumah atau bangunan kosong dan terlantar terus meningkat sejak Beberapa tahun terakhir.

Survei Perumahan dan Tanah Kementerian Dalam Negeri Jepang pada 2018 mencatat ada 8,49 juta akiya atau rumah kosong yang tersebar di berbagau penjuru negara itu yang sebagian besar terletak di pedesaan atau kota kecil. Jumlah rumah kosong ini bahkan diprediksi akan  menembus 10 juta pada tahun ini.

Dilansir dari The Asahi Shimbun, Jutaan rumah tak berpenghuni ini memiliki banyak kriteria mulai dari yang masih layak huni hingga yang sudah rusak dan tidak bisa dihuni.

Survei itu juga merinci sebanyak 3,49 juta rumah telah lama ditinggalkan penghuninya. Angka itu setara dengan 5,6 persen dari total perumahan yang tak dihuni negara itu. Jumlah itu pun belum termasuk rumah untuk hiburan dan akomodasi sewaan.

Merespon hal ini, pemerintah Jepang lantas menawarkan pemberian pajak rendah bagi warganya yang memiliki rumah-rumah itu.

Pemerintah bakal mengurangi basis pajak real estate untuk tanah perumahan menjadi seperenam dari nilai appraisal jika tanah tersebut berukuran 200 meter persegi atau kurang dari itu.

Pengecilan ruang lingkup kredit pajak ini nantinya akn diberikan bagi pemilik rumah lama yang tidak terurus dengan baik.

Niatnya, perubahan pajak tersebut bisa mendorong pemilik rumah untuk memperbaiki atau merobohkan bangunan property mereka.

Salah satu faktor jumlah rumah kosong di Jepang meningkat adalah menyusutnya populasi di negara itu hingga kini didominasi warga usai tua. Menurut IFL Science, hamper satu dari tiga warga Jepang berusia 65 tahun.

Banyak dari para lansia ini meninggalkan rumah warisan demi tanggal di hunian yang lebih kecil dan musah diakses saat usai tua. Terlebih lagi banyak dari mereka tidak menikah dan tidak punya sanak saudara Sehingga ketika meniggal rumah-rumah mereka pun menjadi kosong.

Ketika orang dari generasi ini meninggal, rumah-rumah mereka pun makin tak ingin ditempati karena stigma “kematian’.

Masalah penyusutan populasi yang kian memburuk di jepang juga menjadi penyebab banyak rumah kosong. Pada 2022, kurang sari 800 ribu bayi lahir di negara berpenduduk 125 juta itu. Populasi penduduk itu menyusut setiap tahun sejak 2009.

Lembaga think-tank ekonomi Jepang, Nomura Resreach Institute, memperkirakan sepertiga dari rumah negara itu bakal tak berpenghuni pada 2038.

Profesor di departemen studi Jepang di National University of Singapore, Chris McMorran, juga mengatakan kondisi di Jepang itu hanya akan makin buruk di masa depan.

“Ini hanya akan menjadi lebih buruk,” katanya kepada Insider.

“Inti masalahnya adalah tidak ada cukuo orang untuk berkeliling di Jepang.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.