arnews.id
arnews.id Media Online

Polisi Ungkap Korban Perdagangan Ginjal Bekasi: Guru Hingga Lulusan S2

183

arnews – Polisi menyatakan kobran sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus perdagangan ginjal jaringan Kamboja di Kabupaten Bekkasi berasal dari berbagai kalangan.

Direktur Reskrimum Polda Meto Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut ada korban yang berprofesi sebagai guru privat, serta sekuriti.

“Profesi korban ada pedagang, ada guru privat, bahkan calon pedonor ada lulusan S2 dari universitas ternama karena tidak ada kerjaan terdampak pandemic, kemudian buruh, skuriti, dan sebagainya,” kara Hengki kepada wartawan, Jumat (21/7).

Hengki menyebut faktor ekonomi menjadi alasan para korban. Para korban tergiur lantaran tersangka menjanjikan uang sebesar Rp135 juta jika mau melakukan transplantasi ginjal.

Dalam kasus ini, para korban diketahui membuat akun media sosial di media sosial Facebook untuk menjaring para korban yang akan mendonorkan ginjalnya.

“Jadi motifnya menetapkan 12 orang sebagai tersangka kasus TPPO modus penjualan organ ginjal jaringan Kamboja di Kecamatan Tarumaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari 12 tersangka, sembilang merupakan sindikat dalam negeri, satu orang adalah sindikat luar negeri, satu pegawai Imigrasi berinisial AH, dan satu anggota Polri berinisial Aipda M.

Anggota Polri yang jadi tersangka dikenakan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 221 ayat (1) ke 1 KUHP.

Kemudian, pegawai Imigrasi dikenakan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO. Sementara 10 tersangka lainnya dijerat Psal 2 ayat (1) dan ayat (2_ dan atau Pasal 4 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO.

Leave A Reply

Your email address will not be published.