arnews.id
arnews.id Media Online

‘Penjual Dawet’ Akhirnya Muncul, Minta Maaf Ke Keluarga Korban

63

arnews – Sosok perempuan yang diduga sebagai penjual dawet saat Tragedi Kanjuruhan Malang meminta maaf ke salah satu keluarga korban tewas dalam insiden uang terjadi pada Sabtu (1/10) malam lalu.

Penjual daweit ini sebelumnya dicari-cari Aremania karena suara rekamannya beredar di media social. Dalam rekaman itu perempuan penjual dawet itu menuduh Aremania mabuk.

Akun Twitter @AremaniaCulture mengunggah video penjual dawet itu bertemu dengan salah satu keluarga korban tewas Tragedi kanjuruhan. Kepada perwakilan keluarga, penjual dawet itu memohon maaf atas ucapannya.

“Masih ingat rekaman yang viral memberikan kesaksian terkait tragedi di kanjuruhan dan mengakui sebagai penjual dawet? Berikut video yang bersangkutan meminta maaf ke salah satu keluarga korban yaitu mas Nawi Curva Nord,” demikian cuitan @AremaniaCulture, Rabu (12/10).

Sebelumnyam beredar di media social rekaman suara perempuan yang menagku berjualan dawet di pintu 3. Dalam rekaman tersebut, perempuan itu menyebut bahwa banyak suporter sudah dalam keadaan berbau mabuk sebelum terjadi kericuhan.

“Wong suporter sakdurunge wis ngomber kabeh (suporter seblumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun banyak yang berbau alcohol.” Kata si penjual dawet dalam rekaman suara itu.

Namun. Tudangan itu langsung dibantah oleh Aremania, yang mengatakan bahwa itu hoaks.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian menyebut pertemuan penjual dawet dengan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan difasilitasi polisi. Penjula dawe itu Bernama Suprapti.

“Ibu itu infonya banyak yang cari, jadi kita kasih petugas untuk menjaga situasi suapaya kondusif. Teman-teman suporter meminta ibu itu meminta maaf, ya kita fasilitasi untuk ibu itu dipertemukan di Singosari (rumah keluarga korban),” katanya.

“Kami focus mengamankan situasi saja, suapaya semuanya kondusif,” tambahnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.