arnews.id
arnews.id Media Online

Pemerintah Dilema Tambah Nominal Bansos Di Tengah Masa Pemilu

70

arnews – Pemerintah menunda penembahan nominal bantuan sosial (bansos) demi menghindari isu politisasi menjelang Pemilu pada Februari 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Satwapres Suprayoga Hadi dalam media briefinf di Kantor Setwapres, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).

Ia menjelaskan pemerintah bakal mempertebal bansos demi menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Suprayoga bahkan menyebut Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga Bappenas telah mengadakan diskusi internal terkait penebalan bantuan.

Suprayoga menyebut Kemensos melihat ada peluang untuk penambahan bansos. Ia mencatat sudah ada tambahan anggratan Rp50 triliun.

“Jadi semcam top up dari existing bansos. Tapi, timing-nya kurang tepat kalau umpamanya bulan-bulan ini kami gulirkan. Jadi ini kami hold dulu dan kami lohat perkembangan lebih lanjut untuk timing yang pas,” katanya.

Suprayoga mengklaim penambahan nilai bansos efektif menekan angka kemisikinan ekstrem. Ia mencontohkan pada 2021 pemerintah pernah mempertebal bansos dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp300 ribu selama tiga bulan.

Ia yakin jika penebalan bansos dilakukan, angka kemiskinan ekstrem bisa ditekan lagi.

“Kami hitung bisa menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, tapi mengingat saat ini kita mendekati feburari, kami tunda dulu, nanti kami diskusikan lebih lanjut,” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Statistik (BPS), jumlah ekstrem di Indonesia mencapai 1,2 persen datau 3,1 juta per Maret 2023. Angka itu turun dari Maret 2022 yang mencapai 1,74 persen atau 4,79.

Leave A Reply

Your email address will not be published.