arnews.id
arnews.id Media Online

Pelatih Curacao: Indonesia Menghukum Kami

520

arnews – Pelatih Curacao Remko Bicentini merasa Timnas Indonesia telah menghukum timnya setelah dua kali kalah beruntun dalam pertandingn FIFA Matchday bulan September.

Indonesia vd Curacao digelar di dua tempat yakni di Stadion Gelora Banfung Lautan Api (GBLA), pada Sabtu (24/9), dan di Stadion Pakansari, Selasa (27/9).

Hasil buruk didapat Curacao dari dua pertandingan jeda internasional kali ini. Kalah 2-3 di GBLA dan di hajar Squad Garuda 1-2 di Pakansari.

Kekalahan 203 pada leg pertama jadi yang paling disorot Bicentini secara taktik. Setelah unggul melalui Rangelo Janga, Curacao berbalik tertinggal oleh gol Marc Klok dan Fachruddin Aryanto yang terjadi hanya empat menit.

“Dua gol lawan adalah perselisihan pribadi dalam waktu empat menit, dan mereka [pemain Curacao] harus belajar dari itu, dan membawa mereka Kembali ke pertandingan berikutnya,” katan Bicentini dalam wawancara dengan Voetbalzone.

“Anda bisa belajar dari kesalahan, Anda harus melakukan itu, Anda tidak bisa menghindarinya, termasuk melawan Indonesia, ini juga langsung dihukum. Anda harus melakukan sesuatu dengan ini setelahnya, dan kami sedang mengerjakan itu,” katanya.

Akibat kesalahan-kesalahan itu Bicentini menganggap Curacao tidak seharusnya kalah dari Indonesia. Bicentini mengatakan bahwa Curacao bermain baik sejak awal laga.

Akan tetapi banyak pemain baru dan masih muda membuat setiap pemain perlu lebih mencocokan diri.

“Kami kalah di game pertama, Sabtu lalu, 3-2. Itu tidak peril, tapi bisa di mengerti. Kami bermain dengan beberapa pemain muda baru yang melakukan debut mereka, dan kemudian masuk akal bahwa otomastisme masih tidak ada,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.