arnews.id
arnews.id Media Online

Negara Arab-Muslim Kutuk Serangan Ke RS Gaza Tewaskan 500 Orang

174

arnews – Sejumlah negara Muslim dan negara mayoritas Muslim mengecam serangan udara ke Rumah Sakit Baptis Al Ahli di Jalur Gaza, Palestina. Kelompok Hamas menuding serangan itu dari serangan udara Israel.

Sementara itu, Israel menuding gempuran ke RS Al-Ahli di Gaza itu disebabkan oleh sebuah roket milik kelompok militan Jihad Islam Palestina, sekutu Hamas, yang salah sasaran.

Serangan ke RS ini memicu kecaman dari berbagai negara, terutama negara Arab dan mayoritas Muslim.

Palestina

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras serangan udara yang menargetkan Rumah Sakit Al-Ahli. Ia menganggap serangan ini “pembantaian yang mengerikan” dan tidak dapat ditoleransi.

Meski begitu, Abbas tidak menuduh langsung jika serangan ini dilakukan oleh Israel.

“Israel telah melewati semua batas. Kami tidak akan diam atau membiarkan siapa pun mengusir kami dari sana (Jalur Gaza),” kata Abbas.

Abbas juga membatalkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden setelah serangan ini berlangsung.

Arab Saudi

Arab Saudi mengutuk keras “kejahatan keji” yang dilakukan pasukan Israel dengan mengebom RS Al-Ahli di Gaza.

Dikutip Reuters, pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi salam sebuah pernyataan pada Selasa (17/10).

Yordania

Raja Yordania Abdullah II mengatakan pengeboman Israel terhadap rumah sakit Gaza adalah “pembantaian” dan “kejahatan perang” yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengecam keras serangan Israel dan menekankan betapa perlu perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina.

Mesir

Pemerintah Mesir dengan tegas mengecam serangan tersebut. Mereka juga menyerukan komunitas internasional turun tangan dan mencegah pelanggaran lebih lanjut.

Qatar

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar mengatakan serangan itu menandai eskalasi konflik yang berbahaya.

“Perluasan serangan Israel di Jalur Gaza hingga mencangkup rumah sakit, sekolah, dan pusat populasi lainnya merupakan eskalasi yang berbahaya,” demikian bunyi pernyataan itu.

Iran

Dikutip Al Jazeera, Kemlu juga mengecam serangan udara itu sebagai serangan terhadap “orang-orang yang tidak bersenjata dan tidak berbahaya.”

Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengecam serangan yang terjadi.

“Penghancuran terhadap rumah sakit yang menampung perempuan, anak-anak, dan warga sipil tidak berdosa adalah contoh terbaru serangan Israel yang tak punya nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasari,” kata Erdogan.

Ia lantas mengajak seluruh umat manusia untuk mengambil tinfakan guna menghentikan kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza.

Leave A Reply

Your email address will not be published.