arnews.id
arnews.id Media Online

Nadiem Soal Dana Pendidikan Perguruan Tinggi: Masih Jauh Dibandingkan dengan Negara-negara lain

166

arnews – Menteri Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kemendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut pendanaan perguruan tinggi di Indonesia rata-rata masih jauh dari negara-negara lain.

“Kenyataanya bahwa Indonesia masih jauh sekali dibandingkan negara-negara lain dari sisi pendanaan perguruan tinggi kita,” kata Nadiem dalam Merdeka Belajar episode 21, Senin (27/6).

Iya mengungkapkan rata-rata pengeluaran pendanaan perguruan tinggi di Indonesia hanya U$D2.000 pertahun. Angka tersebut menunjukan indonesai masih dibawah India dan Malaysia yang masing-masing mencapai U$D3.000 dan U$D7.000 per tahunnya.

“Bayangkan India dengan populasi yang jauh lebih besar dari kita dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi juga lebih besar dari kita satu setengahnya per lulusan. Dan negara lain tentunya jauh di atas kita.” Katanya.

Nadiem juga mengatakan, jika perguruan tinggi hanya bergantung pada pemerintah dan sektor publik, maka Indonesia tidak akan bisa setara dengan negara-negara lain. Ia pun mendorong perguruan tinggi agar bisa menggalang dana dari pihak swasta maupun alumni.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara sektor-sektor tersebut, Indonesia memiliki kesempatan mengejar ketertinggalan ini. Saat ini tambahan dana yang signifikan hanya bisa terjadi kalau ada kolaborasi dengan pihak swasta,” kata Nadiem.

Nadiem menekankan kepada Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) agar tidak sepenuhnya bergantung pada dana pemerintah dan uang kuliah tunggal (UKT).

“Kita harus memastikan entry point masuk universitas harus affordable, kita tidak bisa selalu menaikan UKT,” ujar Nadiem.

Perlu diketahui, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)—satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan– telah mengelola dana abdi Pendidikan sebesar Rp7 triliun. Dari jumlah tersebut pemerintah akan mengalokasikan bunganya untuk dana Pendidikan perguruan tinggi.

Nadiem mengatakan setiap PTNBH akan diberikan dana alokasi sebesar Rp6 miliar untuk diinvestasikan. Dana alokasi itu diberikan sekali untuk tiap-tiap PTNBH dan akan bergantung pada jumlah mahasiswa.

Ia pun menjelaskan alasan pihaknya hanya memberikan dana alokasi dasar kepada PTNBH. Nadiem menilai bahwa PTNBH memiliki kapasitas untuk mengelola finansial secara mandiri.

“Karena Hanya PTNBH yang punya secara regulasi kemampuan dan hak untuk mengelola aset finansial secara independent,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.