arnews.id
arnews.id Media Online

Menkeu Prediksi Harga Minyak Masih Tinggi Hingga Tahun Depan

565

arnews – Menteri Keunagan Sri Mulyani memperkirakan harga tinggi minyak masih akan berlangsung di tahun depan. Menurutnya, harga minyak sebenarnya sudah dibawah US$100 per barrel pada tahun depan.

Namun, harganya masih jauh dari normal yang berkisar US$60 per barel di 2023 nanti. Menurutnya pergerakan harga ini tidak lain karena langka OPEC yang menyatakan tak akan menaikan produksi minyak di 2023, meski harga saat ini rata-ratanya bergerak di US$104,8 per dollar AS.

“Minggu ini. OPEC statmennya mereka tidak akan meningkatkan produksi yang signifikan terkait perkembangan harga (minyak) sangat tinggi. Ini menyebabkan suplai jadi terbatas,” katanya di Komisi XI DPR RI, Rabu (31/8).

Selain itu ia juga menambahkan da faktor lain seperti embargo minyak Rusia akibat perang dengan Ukraina yang ikut membayangi harga minyak di tahu depan. Hal itu akan membuat stok minyak semakin terbatas sehingga harga akan naik.

“Bahkan karena terjadinya embargo menyebabkan harga semakin melonjak jauh di atas situasi normal,” tambahnya.

Oleh karena itu, Kementerian Keuangan Menyusun AOBN 2023 dengan asumsi harga minyak berada di kisaran US$80-US$100 per barel dengan titik tengah US$90. Namun angka ini masih akan berubah melihat kondisi yang berlangsung.

Sedangkan, pada APBN 2022 pemerintah awalnya menetapkan harga minyak hanya US$63-US$64 per barel. Kemudian terjadinya lonjakan harga minyak global membuat pemerintah merevisi asusmi di tahun ini jadi US$100 pe barel, sehingga anggaran subsidi tembus Rp500 triliun.

“Kita menyampaikan ini dengan kualifikasi bahwa komoditas munyak termasuk komoditas yang saat ini kadi itu geopolitik, competition, sehingga pergerakan sangat tisak predictable. Sulit untuk membuat prediksi akurat karena komoditas ini sangan volatile,” jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.