arnews.id
arnews.id Media Online

Junta Myanmar Serbu Rumah Sakit, Dokter Dan Suster Ditangkap

295

arnews – Pasukan junta militer Myanmar menyerbu rumah sakit swasta, Agape, di negara bagian Chin dan menangkap satu dokter dan empat suster pada akhir pekan lalu.

Penduduk local Chin mengatakan junta menangkap dokter Ci Ci Lia, serta suster Henry Zicalem, Khup Sian Lun, San Hniang Sung, dan Van Niang Mawi. Mereka merupakan etnis Chin.

“Mereka ditangkap pada tengah malam [Minggu, 21 Mei] dan dapat informasi mereka diintrogasi,” kata penduduk itu, seperti dikutip Radio Free Asia (RFA), Rabu (24/5).

Ia kemudian berujar, “Banyak tantara yang ke rumah sakit saat penangkapan.”

Dia juga mengatakan pjunta tak membeberkan alasan para tenaga kesehatan itu pembangkangkan sipil di masa awal kudeta di Myanmar.

Di hari yang sama, junta juga menangkap setidaknya 15 orang di Kota Hakha.

Penangkapan Petugas medis di RS Agape semacam ini bukan kali pertama. Pada 2 April lalu, junta militer menangkap dua dokter dan satu staf RS Agape.

Sejumlah warga mengatakan ketiga orang itu dibebaskan usai barter dengan pejabat junta yang ditahan milisi Pasukan Pertahanan Rakyat Chin di Hakha.

Mereka berharap kelima pekerja medis yang baru ditangkap juga akan ditukar dengan tahunan yang ditahan kelompok milisi.

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Rakyat Chin mengonfirmasi penangkapan kelima orang tersebut. Namun, mereka tak memberikan komentar soal pertukaran tahunan.

RFA menghubungi juru bicara junta di Chin, Thant Zin, untuk meminta komentar mengenai penangkapan dan kemungkinan pertukaran tahunan. Namun, tak segera memberikan komentar.

Junta kerap membatasi operasional rumah sakit swasta Myanmar. Pembatasan itu tak hanya dengan cara penangkapan.

Pekan lalu, junta militer mencabut izin tiga rumah sakit swasta di Mandalay, Myanmar. Rumah sakit itu di antaranya RS palace, RS Kota, dan RS Kant Kaw.

Junta sebelumnya telah memberi tahu tiga rumah sakit itu untuk berhenti menerima pasien. Seruan ini muncul lantaran mereka memperkerjakan staf yang ikut pembangkangan sipil.

Berdasarkan laporan pemerintah bayangan, Pemerintah Persatuan Nasional (National Unity Government/NUG), junta telah menyerang rumah sakit dan klinik sebanyak 188 kali sejak kudeta.

Militer juga menghancurkan 59 ambulans dan menyita lebih dari 49 kendaraan pengangkut pasien itu.

Myanmar berada dalam krisis politik dan kemanusiaan usai militer menggulingkan pemerintah sah pada 1 Februari 2021 lalu.

Tak terima dengan kudeta itu, warga menggelar demo besar-besaran, termasuk pembangkangan sipil di sebagai penjuru.

Namun, junta menanggapi itu dengan kekuatan berlebih. Mereka tak segan membunuh siapa saja yang menentang kekuasannya.

Junta juga mengabaikan seruan komintas dan organisasi internasional untuk berhenti menggunakan kekerasan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.