arnews.id
arnews.id Media Online

Hakimi Tolak Bela Spanyol Karena Budaya Islam Di Maroko

362

arnews – Pemain bintang Maroko Archraf Hakimi tidak pernah tertarik membela Timnas Spanyol. Pemain yang berposisi bek kanan itu mengatalan budaya Islam di Maroko menjadi salah satu pertimbangan utama.

Lahir dan besar di Madrid, Spanyol, Hakimi punya kesempatan untuk memperkuat Timnas Spanyol di level internasional. Namun bek berusia 24 tahun itu lebih memilih memperkuat Maroko, tanah kelarihan kedua orang tuanya.

Dalam wawancara dengan Marca, Hakimi mengakui mendapat tawaran dari pelatih Spanyol saat itu, Luis de la Fuente, untuk memperkuat La Furia Roja di level kelompok umur.

Hakimi sendiri pernah ikut hadir langsung dalam latihan Timnas Spanyol kelompok umur. Namun setelah Beberapa hari latihan Bersama, mantan pemain Real Madird itu langsung merasa tidak cocok dengan Timnas Spanyol.

“ya [ada peluang memperkuat Spanyol]. Ada kontak, saya pergi ke Timnas Spanyol untuk mencoba, dengan De la Fuenta. Saya berada di Las Rozas selama Beberapa hari dan saya melihat itu bukan tempat yang tepat untuk saya, saya tidak merasa nyaman,” kata Hakimi.

“Tidak ada alasan Khsusus, tapi lebih kepada apa yang saya rasakan, karena kondisinya bukan seperti yang biasa saya jalani di rumah, yakni budaya Arab, menjadi orang Maroko,” sambung Hakimi.

Sementara itu dalam wawancara dengan L’Equipe, Hakimi mengatakan budaya Islam di Maroko dan tim nasional menadi pertimbangan utama untuk tidak memperkuat Timnas Spanyol.

“Budaya saya adalah Maroko. Di rumah kami berbicara dan makan makanan Maroko, dan saya seorang Muslim yang taat. Sejujurnya saya tidak perlu terlalu memikirkan [yawaran membela Timnas Spanyol],” kata Hakimi.

“Saya biasa menonton pertandingan Timnas Maroko dengan ayah saya yang selalu bercerita tentang pemain legendaris di masa lalu,” ucap hakimi dikutip dari Al Jazeera.

Sementara itu Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF), Nasser Larguet, mengakui sudah memperhatikan Hakimi sejak memperkuat Real Madirid U-17.

“Dia secara konstan berhubungan dengan pencari bakat kami, bertanya kapan training camp atau pertandingan selanjutnya. saya secara pribadi membuat janji kepada Hakimi, jika dia terus bekerja keras, dia akan segera memperkuat Timnas senior,” kata Larguet.

Hakimi kemudian memperkuat Timnas Maroko saat melawan Kanada pada 11 Oktober 2016, saat usianya 18 tahun. Sejak saat itu selalu menjadi andalan Maroko meski pelatih terus berganti.

Hakimi sukses membawa Maroko lolos ke semifinal Piala dunida untuk pertama kalinya.

Maroko akan menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2022, Rabu (14/12) malam waktu setempat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.