arnews.id
arnews.id Media Online

Eks Intel AS Klaim Negara Tutupi Fakta Soal Alien Dan UFO Di Rapat Kongres

191

arnews – Eks Agen mata-mata militer Amerika Serikat, David Grusch, mengklaim pemerintah Negeri Paman Sam menyembunyikan fakta soal benda luar angkasa asing yang tak dikenal biasa disebut UFO (unindentified flying object).

Dalam kesaksiannya di rapat komite Kongres pada Rabu (26/7), Grusch mengatakan “kita tidak sendirian” dan pihak berwenang AS menutupi bukti soal UFO.

Grusch bersaksi dia benar-benar percaya bahwa pemerintah AS mengetahui soal penemuan UFO dan para operatornya.

“Saya diberi tahu, dalam tugas resmi saya, tetang program pemulihan dan rekayasa UFO multi-dekade,” kata Grusch dikutip dari AFP.

“Saya membuat keputusan, Berdasarkan data yang saya kumpulkan, untuk melaporkan informasi ini kepada atasan saya dan beberap inspektur Jendral, dan karena itu dasarnya saya menjadi whistleblower,” katanya.

Ditekan untuk menjelaskan secara lebih detail soal UFO selama persidangan, Grusch berulang kali mengatakan dia tidak dapat berkomentar di depan umum karena informasi yang ada sangat rahasia.

Ia juga lagi-lagi menegaskan pemerintah AS menyembunyikan informasi tentang UFO tidak hanya dari public, tetapi juga dari Kongres.

Grusch juga mengaku secara pribadi mewawancarai orang-orang yang memiliki pengetahuan langsung tentang keberadaan pesawat yang bukan dikendalikan oleh manusia.

“Kesaksian saya Berdasarkan pada informasi yang telah saya berikan oleh individu dengan rekam jejak legitimasi dan pengabdian yang lama kepada negara ini. Banyak dari mereka juga berbagi bukti kuat dalam bentuk fotografi, dokumentasi resmi, dan kesaksian lisan rahasia,” kata Grusch kepada anggota parlemen.

Anggota DPR Tim Burchett mendukung gagasan Grusch bahwa pemerintah menyembunyikan informasi soal keberadaan UFO dari public. Ia mengatakan Kongres akan mengungkap rahasia yang selama ini ditutupi pemerintah.

“Ini masalah transparansi pemerintah. Kita tidak bisa mempercayai pemerintah yang tidak percaya rakyatnya,” katanya.

Namun, Kepala Anomaly Resolution Office, kantor Kementerian Pertahanan AS yang dibentuk untuk mengidentifikasi kehidupan luar angkasa, emgaku pihaknya belum mengidentifikasi tanda-tanda akitivitas alien terutama yang menimbulkan ancaman keamanan.

“Seluruh domain Anomalu Resolution Office sejauh ini tidak menemukan bukti yang kredibel tentang aktivitas luang angkasa, Teknologi luar angkasa, atau objek yang menentang hukum fisika yang sejauh ini diketahui,” kata Sean Kirkpatrick saat bersaksi di Kongres April lalu.

Meski begitu, Kirkpatrick mengaku bahwa pemerintah AS telah mulai menangani penelitian UFO dan kehidupan luar angakasa dengan lebih serius dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, lembaga Antariksa AS, NASA, mengadakan pertemuan public pertamanya tentang UFO pada Mei lalu. Dalam kesempatan itu, NASA menyerukan pendekatan ilmiah yang lebih ketat untuk mengklarifikasi asal ratusan penampakan misterius dari laur angkasa.

Pentagon juga mulai memperhatikan lebih dekat setelah banyak penakan yang tidak dapat dijelaskan dari pilot Angakatan Laut dan Angkatan Udara AS.

Kekhawatiran utama adalah bahwa penampakan itu mungkin merupakan Teknologi pengawasan udara yang tidak diketahui yang digunakan China untuk mengumpulkan intelijen tentang pertahanan AS.

Leave A Reply

Your email address will not be published.