arnews.id
arnews.id Media Online

Toyota Bakal Rombak Struktur Daihatsu

46

arnews – Toyota Motor menyatakan bakal merombak struktur Daihatsu Motor usai skandal pelanggaran uji keselamatan di Jepang yang duah berlangsung 34 tahun silam.

“Kami menangani hal ini dengan sangat serius,” kata CEO Toyota Koji Sato, seperti diberitakan Retuters, Selasa (16/1).

Menurut Toyota rencana penindakan baru pada Daihatsu ini akan diumumkan sekitar satu bulan lagi. Sato mengatakan bakal melewati batas apa pun antara Toyota dan Daihatsu sebagai bagian dari perombakan, termasuk mengirim insinyur Toyota di Daihatsu.

Tindakan lainnya yang disinggung adalah perubahan struktur kepemimpinan Daihatsu.

Daihatsu adalah produsen spesialis mobil ringkas yang berdiri sendiri sepenuhnya sampai akhirnya Toyota menjadi pemegang saham terbesar pada 1967 hingga menguasai 51,2 persen pada 1998.

Pada Agustus 2016 toyota membeli seluruh kepemilikan Daihatsu.

Produksi Daihatsu di jepag saat ini masih dihentikan, Keputusan ini diambil usai perusahaan mengakui melakukan setidaknya 174 kasus kecurangan atas regulasi Jepang sejak 1989.

Skandal ini melibatkan 64 model, sebanyak 22 model di antaranya mobil merek Toyota, sedangkan sisanya Daihatsu, Subaru, dan Mazda.

Pada awal pekan ini Kementerian Transportasi Jepang menyatakan bakal mencabut sertifikasi uji tipe tiga model yang diproduksi Daihatsu, yakni Daihatsu Gran Max, Toyota TownAce dan Mazda Bongo.

Tanpa sertifikasi itu Daihatsu tak bisa memproduksi ketika model tersebut.

Astra Daihatsu Motor (ADM), produsen Daihatsu di Indonesia yang memproduksi ketiga model tersebut menyatakan larangan produksi hanya berlaku di Jepang, tidak di Indonesia.

TownAce dan Bongo yang diproduksi di dalam negeri tak dijual di Indonesia melainkan produk ekspor. townAce di antaranya di Kirim ke Jepang, negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Sedangkan Bongo Cuma dikirim ke Jepang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.