arnews.id
arnews.id Media Online

Tentara Tak Punya Kaus Kaki, Korut Minta Warga Nyumbang

23

arnews – Pemerintah Korea Utara meminta warganya menyumbang potongan kain untuk digunakan para prajurit sebagai kaus kaki.

Sejumlah penduduk mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA) bahwa otoritas Korut telah meminta warga memberikan potongan kain untuk membungkus kaki para tentara yang selama ini dikenal sebagai pasukan ‘tak terkalahkan’.

Permintaan ini pun membuat masyarakat heran lantaran menunjuk betapa pemerintah tidak punya cukup biaya untuk memasok kaus kaki untuk prajuritnya sendiri.

“Kami bisa sangat jelas melihat realitas tentara yang  ‘tak terkalahkan itu’ itu,” kata seorang penduduk di Provinsi Ryanggang kepaa RFA yang meminta untuk anonim.

Di saat sebagian besar pasukan militer modern mendapatkan kaus kaki untuk dikenakan, Korut justru tidak pernah secara resmi memberikannya.

Prajurit Korut biasanya membungkus kaki mereka dengan kain berukuran 30×30 sentimeter, sebuah teknik yang digunakan tentara Soviet pada maasa lampau.

Aksi meminta sumbangan kepada warga semacam ini sebetulnya bukanlah hal baru.

Pada tahun-tahun sebelumnya, warga Korut diminta menyumbangkan makanan, pakaian, sepatu musim dingin, hingga sarung tangan.

“Item pendukung yang perlu kita berikan kali ini adalah, pembungkus kaki yang dikenakan oleh pasukan. Tidak masuk akal,” kata penduduk itu.

Menurutnya, setiap unit pengawas lingkungan mengeluarkan instruksi dai Kementerian Pertahanan bahwa tiap-tiap rumah wajib memberikan sepotong kamin katun putih berukuran 30×30 sentimeter.

“beberapa warga protes dan mengatakan, ‘Kami sendiri tak bisa mendapatkan kain bekas untuk menutupi pakaian robek, lantas di mana kami bisa mendapatkan pembungkus kaki untukmiliter?” kata dia.

Beberapa warga pun cemas karena tak punya persediaan kain untuk dibagikan kepada militer.

Mereka takut harus menggungting seprei dan sarung bantal demi memenuhi permintaan pemerintah.

“untungnya, mereka tidak meminta kain baru,” kata warga Provinsi Hamgyong Utara secara anonim.

“Pada saat yang sama, bahkan jika oenutup kaki didefinisikan sebagai kain katun putih, kain yang disumbangkan oleh setiap rumah pasti dari berbagai jenis warna,” ujarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.