arnews.id
arnews.id Media Online

Rusia Tak Percaya Klaim Ukraina Tembak Jatuh 6 Rudal Hipersonik

229

arnews – Ukraina mengklaim menembak jatuh enam rudal hipersonik Kinzhal Rusia dalam satu malam pada Selasa (16/5).

Ini adalah pertama kalinya Ukraina mengklaim menembak jatuh rudal hipersnoik yang dibanggakan Rusia sebagai rudal generasi terbaru yang tak terkalahkan. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi demonstrasi keefektifan senjata pertahanan udara Barat selama ini dikirim untuk membantu Ukraina.

Sirine serangan berbunyi di hampir seluruh Ukraina pada Selasa pagi. Di ibu kota Kyiv dan sekitarnya sirine serangan bahkan terdengar selama leboh dari tiga jam.

“Misi musuh adalah menyebarkan kepanikan dan menciptakan kekacaukan. Namun, di zona operasional utara (termasuk Kyiv), semua berada di bawah kendali penuh,” kata Komandan Pasukan Gabungan Angkatan Bersenjata Ukraina, Jendral Serhiy Naev.

Staf Umum Militer Ukraina mengatakan keenam rudal Kinzhal termasuk di antara 27 rudal yang ditembakkan Rusia ke wilayan Ukraina selama 24 jam terakhir.

Tidak jeas senjata Barat apa yang digunakan Ukraina untuk menjegal rudal hipersonik Kinzhal.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengklaim telah menghancurkan sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS dengan rudal Kinzhal, dikutip dari kantor berita militer Zvezda.

Namun Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Valeriy Zaluzhnyi, membantah laporan tersebut dan mengklaim semua rudal hipersonik Rusia berhasil dilumpuhkan.

Zaluzhiy mengatakan pasukannya telah mencegat enam rudal Kinzhal yang diluncurkan dari pesawat, serta Sembilan rudal jelajah Kalibr dari kapal di Laut Hitam dan tiga Iskander yang ditembakan di darat.

Dua rudal S-300 menargetkan infrastruktur di Kostyantynivka, sebelah barat kota timur Bakhmut yang diperangi, kata pembaruan Staf Umum.

Pihak berwenang Kyiv mengatakan tiga orang terluka oleh puing-puing rudal Rusia yang berjatuhan.

“Kepadatannya luar biasa – Jumlah maksimum serangan rudal dalam waktu singkat,” kata Serhiy popko, kepala asdministrasi militer kota kyiv, di Telegram.

Mengutip Kemhan Rusia, Zvezda melaporkan serangan itu dilanjutkan ke unit tempur Ukraina dan tempat penyimpanan amunisi.

Awal bulan ini, Ukraina juga mengklaim telah menembak jatuh satu rudal Kinzhal di Kyiv untuk pertama kalinya menggunakan sistem pertahanan udara Patriot AS yang baru dikerahkan.

Militer AS mengkonfirmasi laporan itu tetapi tidak mengatakan apakah rudal itu terbang dengan kecepatan hipersonik pada saat pencegatan atau  tidak.

Pusat Kendali Strategis dan internasional (CSIS) yang berbasis di AS mengatakan Kinzhal bereaksi dengan cepat hingga Mach 4 (4.900 km/jam) setelah diluncurkan dan dapat mencapai kecepatan hingga Mach 10 atau 10 kali kecepatan suara. Senjata hipersonik bergerak setidaknua lima kali kecepatan suara.

Presiden Rusia Vladimir Putin sering mengatakan rudal Kinzhal sebagai peringkat keras militer Rusia yang tak terkalahkan dan mampu dipakai untuk mengalahkan NATO.

Karena itu, Rusia tak percaya Ukraina bisa menembak jatuh rudal-rudal tercanggih itu.

Menteri pertahanan Russia Sergei Shoigo membantah klaim Ukraina yang mampu menembak jatih enam rudal hipersonik dalam satu malam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.