arnews.id
arnews.id Media Online

RI Tegas Di Rusia: Alasan Bela Diri Israel Tak Bisa Dipakai Penjajah

73

arnews – Menteri Luar Negeri RI Retno Marusdi mengadukan agresi Israel di Palestina kala bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Selasa (21/11).

Dalam pertemuan bersama dengan para menlu perwakilan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dan Liga Arab, Retno mengatakan kepada Lavrov bahwa alasan Negeri Zionis melancarkan agresi di Palestina untuk membela diri tidak dapat diterima.

“Pertama, karena alasan tersebut tidak dapat dipakai oleh penjajah seperti Israel. Kedua, alasan self defence tidak dapat dijadikan a licence to kill civilian, tidak dapat dijadikan alasan untuk membunuh masyarakat sipil dan menyerang fasilitas sipil,” kata Retno dalam keterangan persnya, Rabu (22/11).

Kunjungan para Menlu OKI dan Liga Arab ke Rusia ini berlangsung usai mereka mlawat ke China.

Para menlu yang terjadi dari Menlu Indonesia, Yordania, Mesir, Palestina, Turki, dan Sekretaris Jendral OKI berupaya menggalang dukungan  dari seluruh negara, terutama anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tentang kegentingan untuk segera melakukan gencatan senjata di Palestina.

Dalam kesempatan itu, Retno juga menyampaikan bahwa Menlu OKI kembali menyampaikan kutukan terhadap aksi Israel di Gaza. Mereka juga menyampaikan resolusi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI-Liga Arab yang disepekati dalam pertemuan di Ryadh, Arab Saudi, 11 November lalu.

Usai berdiskusi, Rusia pun menurut Retno sepakat dengan butir-butir resolusi ini.

“Kami menyampaikan pentingnya semua negara melihat secara jernih isu Gaza dan mengambil sikap yang adil. Sangat urgen untuk segera mengambil tindakan agar kekerasan dapat dihentikan, gencatan senjata dapat terwujud, dan bantuan kemanusiaan dapat diberikan secara lancar atau unhindered,” kata Retno.

Lawatan ini sendiri juga merupakan tindakan lanjut dari Resolusi KTT Luar Biasa OKI-Liga Arab.

Salah satu poin resolusi itu mengamatkan Menteri Luar Negeri Arab Saudi sebagai Palestina, Yordania, Mesir, Qatar, Turki, Indonesia, Nigeria dan negara-negara lain yang tertarik untuk memulai tindakan internasional guna menghentikan perang.

Resolusi itu mendesak proses politik yang serius dan nyata demi perdamaian abadi di Palestina.

Leave A Reply

Your email address will not be published.