arnews.id
arnews.id Media Online

RI Murka PM Fiji Terang-Terangan Dukung Separatis Benny Wenda

148

arnews – Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka membuat Indonesia barang usai bertemu dengan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wendy.

RI menyampaikan protes lantaran Fiji terang-terangan mendukung Benny selaku tokoh yang kerap meminta Papua merdeka, di sela pertemuan para pemimpin negara Pasifik di Kota Nadi, Fiji, pekan lalu.

RI melangkan protes lewat nota diplomatic yang dikirim kepada pemerintah Fiji menanggapi pertemuan itu.

“Dari sisi Indonesia sudah (mengirim nota diplomatic,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizsyah, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Meski begitu Fiji belum menanggapi protes yang disampaikan Indonesia tersebut.

“Mengenai tanggapan pihak Fiji, saya belum terinformasi,” kata Faisyah.

Momen pertemuan Rabuka dengan Benny menjadi sorotan usai Rabuka berbagi momen dalam unggahan media sosialnya.

Presiden yang beru terpilih pada Desember lalu itu menyatakan dukungannya terhadap Benny Wenda dan kelompoknya.

“Ya, kami akan mendukung mereka [Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat] karena mereka juga Melanesia,”

Tak sampai disitu, Rabuka Bahkan menyatakan bakal mendukung keanggotaan Papua dalam blok negara-negara Pasifik.

Radio Free Asia melaporkan seorang sumber mengatakan bahwa pemerintahan Fiji sebelum Rezim Rabuka tak pernah menyatakan dukungan untuk kelompok separatis Papua seperti ini.

Negara-negara lain juga tak pernah secara terbuka mendukung kelompok separatis demi menjaga hubungan baik dengan Indonesia.

Kabar ini dating tak lama setelah Benny juga menarik perhatian karena menyebut Selandia Baru mendukung gerakan separatis Papua.

Benny menyatakan klaim itu mendesak Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membebaskan sandera warga Selandia Baru yang merupakan pilot Susi Air, Phillip Mehrtens.

“Selandia Baru adalah pendukung kuat Papua Barat,” kata Benny kepada Radio New Zealand (RNZ) pada Selasa (21/2).

“Saya kira kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat [TPNPB tidak dapat mencelakai pilot kecuali Indonesia menggunakan situasi ini menjadi bahaya. Itu yang menjadi perhatian saya.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.