arnews.id
arnews.id Media Online

PUPR Ungkap Biang Keladi Banyak Lubang Di Tol Tangerang-Merak

320

arnews – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) buka suara soal penyebab kerusakan Tol Tangerang-Merak di KM 52 hingga KM 60.

Mereka menyatakan kerusakan tak dipicu oleh pelebaran jalan tol yang dikelola oleh Astra Infra Toll Road, melainkan karena curah hujan dan kendaraan besar yang melintasinya.

“Ada Beberapa faktor penyebab kerusakan jalan, cuaca dan kendaraan overload,” kata Sektretaris Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Triono Junoasmono di Dermaga Eksekutif Merak, Senin (6/3).

Polda Banten menyebut Tol Tangerang-Merak rusak sepanjang 8 kilometer.

Kasat PJR Ditlantas Polda Banten Kompol Adrian Tuuk mengatakan kerusakan tersebut membentang dari KM 52 hingga KM 60. Kerusakan terjadi baik di arah Jakarta-Merak maupun sebaliknya.

Ia menambahkan kerusakan itu ditemukan usai pihaknya mengecek jalan tersebut. Hasil pemantauan menunjukan bahwa di lintasan jalan sepanjang 8 kilometer tersebut terdapat kerusakan dalam bentuk lubang yang berpotensi membahayakan pengendara.

“Hasil pantauannya memang dari jalur KM 53 sampai KM 60 itu memang banyak titik-titik lubang di tol, baik arah Jakarta maupun arah Merak dan langsung kemarin juga kita buatkan surat pemberitahuan ke pihak pengelola tol, karena itu kan penanggung jawabnya Astra Toll MMS,” katanya, Kamis (2/3).

Corporat Communication PT Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak selaku pengelola Tol Tangerang-Merak Uswatun Hasanah mengatakan pihaknya tengah memperbaiki kerusakan yang dikeluhkan.

Perbaikan tersebut dilakukan di luar pemeliharaan rutin.

“Di luar pemeliharaan rutin, perkerasan jalan adalah menambah tim dan intensitas jadwal untuk melakukan patching (penutupan lubang) 2×24 jam menggunakan material coldmix dan hotmix sebagai tindakan darurat, sebagai bentuk tanggungjawab kami dalam pemenuhan Standar Pelayanan minimun,” katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ia juga mengatakan selain menambah personal, untuk mengantisipasi curah hujan tinggi hingga akhir Maret, pihaknya juga melakukan restock material aspal sebanyak 30 ton tiap 2 hari.

“Sementara simultan juga berlangsung perbaikan lubang permanen dengan scrap fill dan overlay (SFO) yang sudah terjadwal sebelumnya,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.