arnews.id
arnews.id Media Online

PSSI Ungkap Masalah Utama Wasit Liga Indonesia

80

arnews – Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Thisa dan Anggota Komite Wasit Jimmy Napitupulu serta Purwanto membeberkan persoalan utama wasit Indonesia.

Tisha mengatakan, Indonesia sudah terlambat selama 20 tahun dari negara lainnya. Salah satunya soal keberadaan penilai wasit atau refree assessor.

“Refree assessor itu di Indonesia punya sejak 2-17, sedangkan di negara lain itu sudah ada sejak awal-awal. Setiap federasi itu harus punya referee assessor,” kata Tisha pada Senin (20/11).

“Jumlah referee assessor kita diseluruh Indonesia baru 25 orang. Jumlah ini pastinya dengan kualitas yang berbeda-beda. Kualitasnya ada yang membuat pak Jimmy teriak,” ujarnya.

Kerja utama referee assessor PSSI ini adalah mengawasi kinerja wasit di kompetisi. Mereka ini mengumpulkan semua persoalan kepemimpinan wasit di Indonesia untuk jadi bahan pembelanjaan.

Menurut Purwanto, wasit yang melakukan pelanggaran tidak bisa serta merta langsung disanksi. Sebalinya para wasit harus mendapat pembinaan agar kualitasnya meningkat.

Jika sudah diberi pembinaan, tetapi tidak berubah, sanksi akan diberikan. Di sinilah peran referee assessor sangat vital.

“Semua kan diberi kesempatan dan pembinaan. Kalau selesai nanti ditugaskan llagi. Masa salah-salah terus. Enggak bisa kan,” kata Purwanto setelah acara diskusi wasit yang diadakan PSSI.

Jimmy mengambil contok, pemain yang melakukan salah umpan atau gagal mencetak gol, tak otomatis dipecat. Sebaliknya pemain terus dilatih.

“Wasit pun demikian, tapi kita enggak bisa samakan dengan Jepang. Mereka profesional karena wasitnya profesional dan dikontrak. Nah di Jepang wasit dari Tokyo bisa memimpin klub dari Tokyo,” kata Jimmy.

Leave A Reply

Your email address will not be published.