arnews.id
arnews.id Media Online

Para Ahli Ungkap Alasan Jupiter Tak Punya Cincin Seperti Saturnus

217

arnews – Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya. Akan tetapi, planet yang memiliki diameter 142.984 km itu tidak memiliki cincin seperti planet besar lainnya, Saturnus.

Dilansir dari Science Daily, para ahli dari University of California Riverside (UCR) menemukan alasan dibalik hal tersebut. Satelit Jupiter yang berjumlah empat buah adalah penyebabnya.

Astrofisikawan UCR, Stephen Kane mengatakan, satelit (bulan) Jupiter yang berukuran besar akan menghancurkan cincin yang mungkin terbentuk mengelilingi Jupiter.

Perlu diketahui, Jupiter memiliki 80 satelit. Namun ada empat satelit terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Sistem satelit Jupiter disebut dengan Jovian. Keempat satelit Jupiter itu ditemukan pertama kali oleh Galileo Galilei pada 1610.

“Kami menemukan bahwa bulan Galilean dari Jupiter, yang mana salah satunya adalah yang terbesar di Tata Surya kita, akan dengan cepat menghancurkan cincin besar yang mungkin terbentuk,” kata Kane.

“Planet besar memiliki bulan yang besar pula, yang mencegahnya memiliki cincin,” tambah Kane.

Dalam studinya, Kane dibantu oleh salah satu mahasiswanya, Zhexing. Mereka berdua menjalankan simulasi computer dinamis untuk mengetahui orbit planet Jupiter dan empat bulannya beserta waktu pembentukan satelit-satelit tersebut.

Dikutip dari IFL Science sebenarnya Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki cincin.

Namun tidak seperti Saturnus, cincin Neptunus dan Jupiter sangat tipis. Cincin kedua planet itu terbuat dari partikel debu, yang merupakan reflector cahaya yang baik. Karena itu, penampakannya menjadi lebih sulit dilihat. Sementara, Uranus memiliki cincin yang tak sebesar Saturnus namun lebih padat.

Berdasarkan simulasi yang dijalankan Kane soal kondisi Saturnus untuk melihat umur dari cincin planet tersebut. Beberaoa astronom percaya, Uranus sebenarnya terbalik dari sisinya sebagai akibat dari tabrakan yang dialaminya dengan benda luar angkasa.

Bentuk dan ukuran cincin,, beserta komposisi materialnya merupakan sebuah indikasi dari tipe peristiwa yang membentuk mereka,

“Bagi kami para astronom, mereka seperti percikan darah di dinding dalam sebuah peristiwa kriminal.”

“Ketika kami melihat cincin dari planet-planet yang besar, itu merupakan bukti sesuatu yang katastropik terjadi sehingga menaruh material di sana,” kata Kane.

Leave A Reply

Your email address will not be published.