arnews.id
arnews.id Media Online

Panglima TNI: Operasi Lawan KKB Papua Naik Jadi Siaga Tempur

321

arnews – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah meningkatkan operasi di Papua menjadi siaga tempur darat untuk melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Tentunya dengan kondisi seperti ini, khususnya di daerah tertentu kita ubah jadi operasi siaga tempur. Di TNI, di Natuna sana ada operasi siaga tempur laut, nah  kalau disini ada operasi siaga tempur darat, artinya ditingkatkan,” kata Yudo di Lanud Yihanis Kapiyau, Timika, Papua, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (18/4).

Yudo mengatakan operasi ditingkatkan usai KKB melakukan penyerangan terhadap personel TNI pada 15 April. Ia menuturkan peningkatan status operasi ini bertujuan agar naluri tempur TNI terbangun.

“Tadinya soft approach, dengan hadapi serangan yang seperti pada 15 April lalu kita tingkatkan siaga tempur pasukan kita, Sehingga naluri tempur terbangun,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan operasi territorial dan penegakan hukum juga tetap dilakukan TNI-Polri. Ia mengatakan territorial kerap dilakukan personel TNI-Polri dalam menjaga keamanan di Papua selama ini.

“Selama ini kita masih territorial, Komunikasi sosial tetap kita lakukan, tetapi ketika hadapi seperti ini lakukan siaga tempur,” ucap Yudo.

Sebelumnya, Prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT Pratu Miftaful Arifin meninggal sunia usai diserang KKB di Wilayah Mugi-mam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/4).

Saat itu, satgas tengah berupaya menyelamatkan pilot Susi Air Kapten Philips Mehrtens yang disandera KKB sejak Februari lalu.

Pratul Miftaful dilaporkan terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter. Kemudian, ketika Pratu Arifin sedang dievakuasi, tiba-tiba KKB kembali menembak personel lainnya.

Selain itu, lima orang prajurit TNI dilaporkan masih hilang dan dalam pencurian usai kontak tembak dengan KKB.

Leave A Reply

Your email address will not be published.