arnews.id
arnews.id Media Online

Netanyahu Makin Terpojok Usai Usulkan Gencatan Senjata

35

arnews – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu makin tersudut usai mengusulkan sejumlah tawaran gencatan senjata dengan Hamas Palestina.

Al Jazeera melaporkan makin banyak pihak di Israel mendesak Netanyahu mundur, terutama keluarga 137 sandera warga Israel sampai saat ini masih ditahan Hamas di Gaza.

Koalisis Netanyahu disebut semakin terpecah dan tidak suara terutama dalam menangani agresi Israel di Palestina. Tak hanya di dalam pemerintahan, desakan terhadap Netanyahu agar mundur juga muncul dari berbagai pihak sehingga membuat posisi sang PM kian terpojok.

Menurut laporan Al Jazeera, dalam internal pemerintah ada pihak-pihak yang tak setuju dengan langkah Netanyahu. Kondisi ini tercermin saat pembahasan kesepakatan pembebasan sandera Hamas sejak November lalu.

Ketika, itu Israel dan Hamas sepakat menerapkan jeda kemanusiaan selama sepakan dengan perpanjang dua kali. Kesepakatan itu mencangkup pertukaran pembebasan sandera Hamas dan Wrga Palestina yang dipenjara di Israel.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Israel melepas 240 tahanan Palestina, Sementara Hamas membebaskan 107 sandera, termasuk negara asing.

Meneurut Al Jazeera dan media lokal Israel, anggota partai sayap kanan sekaligus Meneteri Keamanan Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich tak setuju dengan kesepakatan denga Hamas tersebut.

Namun, Smotrich pada akhirnya mendukung langkahnya Netanyahu, tetapi Ben Gvir tetap menolaknya.

Desakan itu, keluarga sandera terus mendesak pemerintah segera membebaskan kerabat mereka yang masih menjadi tawanan Hamas. Keluarga sandera juga sempat memerahi Netanyahu dalam salah satu pertemuan terkait upaya pembebasan mereka.

Belakanganan para keluarga sandera semakin vocal menyerukan Netanyahu mundur karena dianggap gagal melindungi sanak saudara mereka. Sebab, beberapa sandera Hamas dilaporkan meninggal dunia selama baku tembak antara milisi dan tentara Israel.

Beberapa sandera yang meninggal itu bahkan diklaim Hamas tewas imbas tembakan tentara Israel sendiri.

Desakan mundur kembali terdengar dari para keluarga sandera setelah Netanyahu menolak syarat negoisasi dari Hamas pembebasan sandera.

Hamas mengajukan syarat penarikan total pasukan Israel di Palestina dan mengakui kelompok perlawanan itu sebagai pemerintah di Jalur Gaza.

Netanyahu menilai syarat itu mengkhianati upaya pasukan Zionis dan operasi militer.

“Kami menolak syarat penyerahan pasukan yang diminta Hamas. Kami tak bisa menjamin keselamatan warga kami jika kami menerima,” uajr PM Israel.

Melihat situasi tersebut, jurnalis Al Jazeera Hamdah Salhut menilai tujuan-tujuan yang telah dituliskan militer Israel, sejak awal agresi tak bisa tercapai secara bersamaan.

Netanyahu sempat berumpah tak akan berhenti peranga sampai Hamas Musnah dan bakal membawa sandera. Namun, komitmen soal sandera ini agaknya pudar.

“Mungkin Israel harus mempersiapkan diri untuk melakukan penarikan total dan mengakhiri perang, kata Salhut di laproan Al Jazeera.

Leave A Reply

Your email address will not be published.