arnews.id
arnews.id Media Online

Merasa Di Lecehkan Kadis Dinsos, Puluhan Kasi PM Kessos Walk Out Dari Rapat

1.165

CILEGON – Puluhan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial(PM Kessos) menyayangkan sikap Kepala Dinas Sosial Nurfatma pada saat Rapat Koordinasi yang digelar di aula gedung Kominfo, Senin(20/12/2021) pagi.

Menurut satu peserta rapat, Kasi PM Kessos Kelurahan Ketileng Ela Sulelah, seharusnya sikap yang diberikan oleh Kadis Sosial jangan melukai hati para pegawai PM Kessos, karena sudah banyak berkontribusi untuk masyarakat.

“Kita tidak dihargai, saat kegiatan di Aston juga kita tidak dihargai, harusnya sebagai Kadis Dinsos berterima kasih, para kasi Kessos, tidak ada hari Minggu, tidak ada hari Sabtu, kalau dimintai data kita siap membantu memberikan data sesuai kegunaan,” kata Ela kepada wartawan.

Menurut Ela jika Kadis Sosial kesal atau kecewa terhadap para lurah yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut, seharusnya tetap memberikan apresiasi.

“Bukan malah tidak menerima kehadiran kita ini, jadi kita PM Kessos itu tidak dihargai sama sekali, yang selama ini memberikan data siapa? Pak Lurah mah cukup memberikan arahan dan tanda tangan aja, yang bekerja mah PM Kessos,” katanya

Ela menyampaikan, dirinya beserta puluhan Kasie PM Kessos yang lain, akhirnya memutuskan keluar dari ruangan rapat koordinasi tersebut.

“Kita ini pejabat, kita membantu kinerjanya Dinsos, emang kalau kita gak bantu Dinsos punya data? Kan enggak. Basa basinya yang bagus gitu, ucapan terima kasih telah mewakili lurah,” ungkapnya

“Kita hadir ini kan sesuai disposisi, disposisinya PM Kessos, ga salah kita yang hadiri, yang lebih tau kan PM Kessos. Mohon diperhatikan untuk PM Kessos, kita kerjanya tidak hitungan hari, hitungan waktu, tengah malem ditelpon masyarakat minta bantuan segala macem, dibantu ke rumah sakit segala macem, kita bantu masyarakat bawah, eh tidak dihargai sama Kadis Dinsos yang baru, parah, aje kendor PM Kessos, semangat,” tegasnya

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Nurfatma, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler mengatakan hal itu tidak seharusnya dibesar besarkan, karena menurutnya itu hal yang wajar ia lakukan.

“Saya tanya mana coba kelurahan yang diwakili oleh lurahnya, pada ngacung kan, terus saya bilang kok ga separuhnya? Memang pekerjaannya pekerjaan Kasie Kessos, tapi alangkah baiknya lurah juga menghargai, gitu loh, kesannya ko jadi walk out yang dibesar besarkan?” katanya

Nurfatma mencontohkan hal yang serupa seperti Hearing Dewan jika mengadakan pertemuan. “Misalnya seperti hearing Dewan, kalau gak ada Kepala Dinasnya, mana Kepala Dinasnya? Yang ditanya itu kan, itu aja sih, saya lebih kesana, soalnya udah dua kali acara, kelurahan yang diwakili oleh lurahnya tuh sedikit banget yang dateng,” ujarnya

“Saya lebih ke penekanan aja, kan yang diundang lurah, kok lurahnya dikit yang dateng. Biasa aja tadi itu, cuma nanya mana nih pak lurahnya? Terus ngacung tangan, karena ketika saya menjabat dikegiatan ini sudah dua kali sedikit banget lurah yang hadir, gitu aja sih,” pungkasnya (AJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.