arnews.id
arnews.id Media Online

Kemnlu Tanggapi Klaim 10 WNI Jadi Tentara Bayaran Di Ukraina

21

arnews – Kementerian Luar Negeri RI buka suara doal klaim Rusia yang menyebut 10 orang warga negara Indonesia (WNI), jadi tentara bayaran di Ukraina.

Juru bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan laporan tersebut perlu untuk didalami lebih lanjut.

“Informasi tersebut perlu didalami lebih lanjut,” kata Iqbal dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (15/3).

Informasi ini dibagikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, yang dirilis oleh Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Iqbal pun menyarankan informasi ini untuk ditanyakan kepada pihak Rusia.

“Silakan bertanaya kepada Rusia mengenai data yang mereka miliki,” kata Iqbal.

Dalam data Kemhan Rusia, dari 10 WNI yang disebut menjadi tentara bayaran di Ukraina, empat diantaranya tewas dalam pertempuran.

“Kementerian Pertahanan Rusia terus mencatat dan mendata semua tentara  bayaran asing yang tiba di Ukraina untuk berpartisipasi dalam pertempuran,” demikian keterangan Kedubes Rusia di Indonesia.

Kedubes Rusia menyebut sejak 24 Februari 2022, tercatat sekitar 13.387 tentara bayaran asing telah memasuki turki. Sementara itu, telah dikonfirmasi bahwa sekitar 5.962 tentara bayaran asing dihancurkan.

Berdasarkan data, Polandia menjadi penymbang tentara bayaran terbabanyak, yaknii sekitar 2.960. dari jumlah itu, sekitar 1.497 orang diklaim telah “dihancurkan”.

Amerika Serikat juga menjadi penyumbang terbanyak kedua dalam perag Rusia-Ukraina. Jumlah tentara AS yang terbang ke Ukraina mencapai 1.113 orang. Sementara itu, sebanyak 491 orang di antaranya tewas dalam perang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.