arnews.id
arnews.id Media Online

Jenis Gangguan Mental Yang Muncul Pada Caleg Gagal Pemilu

50

arnews – Hasil resmi penghitungan suara memang belum selesai. Meski demikian, sudah banyak caleg yang mulai panik dan gelisah melihat perolehan angka mereka versi quick count.

Banyak caleg yang mungkin tidap mendapatkan suara seperti yang diharapkan hingga membuatnya gagal menduduki posisi pilihan mereka. Hal ini pun berpotensi menyebaabkan masalah dan gangguan mental.

Psikiater Jap Mustop Bahtiar dari Mayapada Hospital mengungkapkan gangguan mental kerap ditemuainya. Mulai dari susah tidur, gangguan kecemasan, depresi, sedih, dan gangguan pola pikir.

“Gangguan pola pikir iut yang tidak bisa dilepaskan dari masa lalunya, yang dia merasa terus terbanyang-bayang. Sehingga kalau tidur jadi tegang,” katanya dalam sesi wawancara dengan detikcom Jumat (16/2).

“Mungkin dari segi politik, dia merasa kecewa, merasa harapanya gagal, tidak sesuai dengan kenyataan jadi sedih.”

Sulit tidur dan perubahan perilaku, kata Jap menjadi salah satu diagnosis awal gangguan jiwa yang bisa tterlihat dan dideteksi. Hal ini juga berpotensi mempengaruhi terjadinya berbagai keluhan somatic atau fisik.

“Tidurnya jadi sedikit. Jadi dia tidur susah, terus mudah terbangun, lama-lama merembet ke keluhan somatic. Bisa juga menjadi mudah cemas, berdebar-debar, asam lambungnya baik.”

Bagai mana dengan potensi pengaruh gangguan kejiawaan dengan jantung?

Terkait hal ini Jap tidak menampik kemunkinan keluhan somatic bisa muncul pada bagian jantung, misalnya berdebar-debar.

Akan tetapi, soal ini dia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk memastikan keterkaitannya.

“Selain itu, diperiksa tekanan darah, nadi, rontgen ada pembesaran jantung atau tidak. Kalau memang tidak ada secara objektif, itu mungkin karena cemas yang memang berdampak ke jantung,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.