arnews.id
arnews.id Media Online

Hamas Sebut Gencatan Senjata Dengan Israel Masih Butuh Waktu Yang Lama

39

arnews – Pejabat senior Hamas menyebut masih butuh waktu lama untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel di Gaza.

“Kesenjangan masih lebar. Kami harus mendiskusikan banyak hal dengan para mediator,”” kata Kepala Hubungan Politik dan Internasional Hmas, Basem Naim, kepada Al Jazeer.

Hal ini diungkapkan Hamas usa Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengaku berharap gencatan senjata bisa dimulai Senin pekan depan, dan negoisasi pun berjalan dengan cepat.

Naim menyebut sikap optimistis pemerintahan Bidan “tidak terkait dengan kenyataan di palangan.”

“Jika Amerika ingin benar-benar optimis, mereka harrus mengakhiri permainan standar ganda,” kata Naim.

“Di satu sisi mereka berbicara tentang penghentian agresi dan gencatan senjata demi mencegah perluasan konflik. Namun pada saat yang sama mereka menggunakan hal veto di Dewan Keamanan PBB. Mereka juga menyetujui bantuan US$14 miliar untuk Israel dan memberi banyak amunisi,” tambahnya.

Menurut Naim tuntutan Humas yang harus disetujui di antaranya: gencatan senjata final dan total, bukan hanya jeda kemanusiaan; penarikan total pasukan Israel dari Gaza, dan Kebebasan bergerak bagi warga Palestina di Gaza.

Naim mengatakan Hamas bersedia bersikap fleksibel mengenai waktu dan urutan tuuntutan, asal gencatan senjata total dimulai pada hari pertama pelaksanaan kesepakatan.

Sementara itu soap pertukaran sandetra dan rencana rekonstruksi Gaza, Naim mengatakan “ada ruangg untuk flesibelitas.”

“Hamas telah menunjukan fleksibelitas yang besar sejak awal untuk mencapai gencatan senjata, karena kita tahu setiap hari 100 hingga 150 warga Palestina terbunuh,” ungkapnya.

Dia menyebut Hamas mengandalkan penjamin seperti Mesir, Qatar, Turki, AS, PBB, dan Rusia untuk memastikan dan memverifikasi setiap kesepakatan dipatuhi oleh Israel.

Leave A Reply

Your email address will not be published.