arnews.id
arnews.id Media Online

Gunung Es Raksasa Hanyus Imbas Perubahan Iklim

58

arnews – Gunung es raksasa A23a di Antartika terpantau hanyut di lautan. Gunung es A23a pertama kali memisahkan diri dari lapisan dari lapisan es Antartika pada 1986.

Gunung es raksasa ini memiliki ukuran yang luar biasa. Luasnya mencapai 4.000 km persegi atau empat kali ukuran New York City dan beratnya hampir ssatu triliun ton, sekitar 100 juta kali lebih berat dari Menara Eifeel di Paris.

A23a yang memiliki bentuk seperti gigi sebelumnya tertanam di dasar lautan selama 30 tahun. Sekarang, ia bergerak ke utara dengan kecepatan luar biasa karena dorong oleh angin dan arus laut, mengutip Earth, Selasa (19/12).

British antartic Survey (BAS) yang belum lama ini mengamati A231, melaporkan bahwa gunung es monster ini bergerak ke utata dengan kecepatan sekitar 30 mil per hari. Hal ini berpotensi mengganggu pola makan hewan liar, seperti penguin.

“Ini tergantung pada trayeknya, tetapi ada potensi dampak terhadap satwa liar jika mendekati salah satu pulau sub-Antartika,” kata perwakilan BAS.

Berasal dari lapisan Es Filchner Antartika pada Agustus 1986, A23a merupakan bagian terbesar yang Terisa dari gunung es yang awalnya lebih besar. Setelah hanyut beberapa ratus mil. Ia terdampar di dasar laut dan tidak bergerak selama tiga decade berikutnya.

Sebuah gunung es bisa ‘membumi’ ketika bagian dasarnya lebih dasarnya lebih dalam dari kedalaman air. Satelit CryoSat milik Badan ketika bagian dasarnya lebih dalam dari kedalaman air. Satelit CrySat milik Badan Antartika Eropa (ESA) mengidentifikasi bahwa bagian dasar A23a memajang sangat dalam seperti jangkar.

Pemantauan ESA menunjukan bahwa gunung es monster ini hanyut dan mendekati Pulau Clearence dan Pualau Gajah, dekat Semenanjung Antartika.

“A23a telah melesat dan dengan cepat menjauhi Perairan Antartika,” demikian pernyataan ESA pada 1 Desember. “Seperti Kebanyakan gunung es lainnya dari sektor Weddell, A23a kemungkinan besar akan berakhir di Atlantik Selatan, jalur yang dikenal sebagai jalur gunung es.”

Gunung es raksasa hanyut ini menandakan bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Peristiwa ini semakin menunjukan dampak perubahan iklim kian nyata.

Gunung es berfungsi sebagai penanda penting perubahan iklim. Laju bentuknya gunung es dapat menandakan perubahan suhu Bumi dan kondisi massa es di kutub.

Dengan meningkatnya suhu global, pembentukan dan siklus hidup gunung es pun berubah. Es yang kian mencair membuat ilmuwan khawatir.

Singkatnya, gunung es dengan ukuran raksasa bukan sekedar keajaiban alam. Mereka juga berperan penting dalam ekosistem Bumi dan bertindak sebagai indicator kesehatan pelanet kita.

Leave A Reply

Your email address will not be published.