arnews.id
arnews.id Media Online

Gelombang Panas Terjang ASEAN, Vietnam Dan Laos Catat Suhu Terpanas

226

arnews – Rekor suhu terpanas tercipta di seluruh Asia Tenggara selama akhir pekan lalu, saat wilayah tersebut mengalami gelombang panas selama seminggu.

Suhu tertinggi sepanjang masa tercatat di Vietnam, Laos, dan ibu kota Thailand Bangkok, di mana panasnya diperparah oleh musim kabut asap yang menyebabkan tingkat polusi meningkat.

Para ilmuwan sejak lama memperingatkan bahwa gelombang panas akan menjadi lebih buruk, karena dampak krisis iklim yang disebabkan oleh manusia semakin cepat.

Pengamat cuaca, Maximiliano Herrera, di Vietnam, suhu mencapai 44,2 derajat Celcius pada hari Sabtu (6/5) di distrik utara Tuong Duong, merupakan suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut.

Herrera menambahkan, du negara Vietnam, Laos, tepatnya di Kota Luang Prabang mencapai suhu 43,5 derajat Celcius pada hari Sabtu (6/5), memecahkan rekor nasional 42,7 derajat Celcius yang baru tercatat bulan lalu.

Ibu kota Laos, Vientiane, juga memecahkan rekor sepanjang masa akhir pekan ini dengan suhu 42,5 derajat Celcius. Sementara itu Thailand, hari Sabtu (8/5) Terjadi suhu terpanas di Bangkok yakni 41 derajat Celcius.

Berdasarkan data dari Departemen Meteorologi Thailand, Herrera membeberkan, Bangkok termasuk di antara sebagian besar wilayah di Thailand yang menderita suhu di atas 30 derajat Celcius sejak akhir Maret 2023. Pada pertengahan April 2023, kota barat laut Tak, menjadi tempat pertama di negara itu yang mencapai 45 derajat Celcius.

April dan Mei biasanya merupakan bulan-bulan terpanas dalam setahun untuk Asia Tenggara dan Selatan, karena suhu naik sebelum hujan muson tahunan.

Suhu di seluruh wilayah diperkirakan akan kembali mendekati rata-rata dalam beberapa hari mendatang, tetapi peristiwa panas yang belum pernah Terjadi sebelumnya menjadi lebih umum seiring dengan mengingkatnya krisis iklim.

Sebuah studi tahun 2022 menentukan bahwa gelombang panas yang berbahaya, pada suhu 39,4 derajat Celcius ke atas, akan Terjadi antara tiga hingga 10 kali seiring pada pergantian abad.

Di daerah tropis, yang meliputi sebagian besar wilayah Asia, penelitian ini menemukan bahwa hari-hari “panas sangat berbahaya”, yang didefinisikan bisa mencapai 51 derajat Celciushingga berlipat ganda, Sehingga membhayakan populasi negara yang terkena dampak.

“Menurut definisi, kita tidak tahu apa yang bisa Terjadi jika populasi besar terpapar tekanan panas dan kemebabapan yang belum pernah Terjadi sebelumnya. Tetapi, gelombang panas dalam beberapa decade terakhir telah Terjadi. Sangat memastikan dan ada penyebab serius yang perlu dikhawatirkan di masa depan,” jelas penulis utama studi Lucas Vargas Zepetello dari Harvard dikutip dari CNN.

Leave A Reply

Your email address will not be published.