arnews.id
arnews.id Media Online

Erick Thohir: Semoga Saya Tidak Di-KLB Di PSSI

240

arnews – Erick Thohir berharap dirinya bisa menyelesaikan tugasnya sebgau Ketua Umum PSSI selama empat tahun ke depan tanpa harus dicopot lewat Kongres luar biasa (KLB).

Erick yang terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 langsung bekerja bersama jajarannya. Saradehan sepak bola telah rampung digelar di Surabaya, Sabtu (4/3).

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu berkesempatan menggelar konferensi pers terkait hasil sarasehan yang melibatkan para stakeholder sepak bola nasional.

Di sela-sela memberi keterangan, Erick sempat melontarkan candaan ke awal media yang memadati ruang konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Minggu (5/3).

“Saya sebagai pemimpin PSSI yang dipercayakan ya mudah-mudahan dengan bikin terobosan enggak di-KLB-in, gitu kan,” kata Erick.

Erik menilai, format kompetisi Liga 1 dan liga 2 musim depan ditentukan lewat kesepakatan sarasehan sepak bola. PSSI bertugas sebagai pengakomodir gagasan yang terbaik.

“Sarasehan bukan posisi PSSI yang menentukan. Tetapu Liga 1 dan Liga 2 masing-masing bersepakat dengan konsep kompetisi yang mau dilakukan,” kata Erick.

“Kadang-kadang masyarakat juga tidak terekam. Tangan PSSI ke dalam liga hanya sebatas aturan, wasit, bukan mencapuri kompetisi. Kadang terbalik-balik. Kita bicara saham, PSSI Cuma 1 persen. Mana ada perusahaan punya saham satu persen mengontrol,” tambahnya.

Erick berharap peringkat Liga 1 bisa menanjak di ASEAN. Saat ini peringkat liga Indonesia termasuk liga terbawah di asia tennggara, yaitu berada di urutan kelima.

“Makanya saya kaget Liga Indonesia sebagai liga terendah di ASEAN. Masa kita negara terbesar di ASEAN ditempatkan di nomor lima. Itu keterlaluan, tapi ini fakta,” katanya.

“Mestinya kita jafi peringkat 1 di Asia Tenggara. Artinya ada Perubahan signifikan yang terjadi untuk memacu liga kita lebih baik dari negarai lain.”

Salah satu gagasan untuk mencapai liga yang baik menurut Erick adalah dengan memsihakan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

“Supaya lebih sehat secara ekonomi. Dan, turunan keamanan dan sistem pertandingan yang lebih baik. Sehingga kita punya industry sepak bola yang bisa kita tingkatkan,” ujarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.