arnews.id
arnews.id Media Online

Eks Ajudan SYL Ungkap Perintah Antarkan Uang Ke Firli Bahuri Di GOR

17

arnews – Mantan ajudan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Panji Harjanto, mengungkapkan pernah menyerahkan tas berisi uang yang diperuntukkan untuk matan Ketua KPK Firli Bahuri. Penyerahan dimaksud dilakukan SYL menemui Firli di GOR Tangki, Mangga Besar, Jakarta Barat, pada tahuun 2022.

Demikian disampaikan Panji saat dihadirkan tim jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi dengan terdakwa SYL selaku mantan Menteri Pertanian RI, Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

“Apakah sebelum mereka ketemu, antara terdakwa Syahrul Yasin Limpo dengan Ketua KPK waktu itu ya pak Firli Bahuri, saudara sudah memegang atau diperintah untuk menyiapkan sejumlah uang?” tanya hakim ketua majelis Rianto Adam Pontoh.

“Saya disuruh pegang saha ada tas isinya uang,” jawab Panji.

Hakimm lantas menggali sumber uang dimaksud. Panji mengaku menerima itu dari Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta yang juga duduk di kursi terdakakwa.

“Uanng dari mana? Dari siapa?” cecar hakim.

“Itu saya kurang tahu, uangnya pak Hatta. Pak Hatta yang menyiapkan,” jawab Panji.

Ia menjelaskan uang tersebut tersimpan di dalam tas berwarna hitam.

“Kemudian di situ isinya ada uang? Uang rupiah atau uang dolar,” lanjut hakim bertanya.

“Dolar,” kata Panji.

“Jumlah berapa?” tanya hakim.

“Tidak tahu,” kata Panji.

Hakim lantas mengingatkan Panji untuk berterus terang memberikan jawaban.

“Coba saudara ingat, ini keterangan saudara ada di sini, saya hanya ingatkan saja, apakah Rp2 miliar, Rp1 miliar atau berapa?” tanya hakim.

“Saya hanya megang saja,” jawab Panji.

“Saudara melihat enggak uang itu?” tanya hakim.

“Saya hanya megang saja,” timpal Panji.

“Baik. Uanng itu  disiapkan untuk siapa?” tambah hakim.

“Perintahnya saya kasih sesama ajudan,” ungkap Panji.

“Terdakwa Muhammad Hatta merintah uang inni diserahkan ke ajudan siapa?” lanjut hakim.

“Ke ajudan pak Firli,” jawab Panji.

SYL yanng merupakan politikus Partai NasDem didakwa melakukan pemerasan hingga mencapai Rp44.546.079.044 dan menerima gratifikasi yang dianggap suap sejumlah Rp40.647.444.494 selama periode 2020-2023.

Tindak pidana itu dilakukan SYL bersama-sama dengan terdakwa lainnya yaitu Sekretaris Jendral kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Dierektorat Jenral Prasarana dan Saran Kementan Muhammad Hatta.

SYL menggunakan uang diduga hasil pemerasan untuk keperluan istri; keluarga; kado undangan; Partai Nasdem; acara keagamaan dan operasional menteri; charter pesawat; bantuan bencana alam atau sembako; keperluan ke luar negeri; umrah; hingga kurban.

Sementara itu, Firli telah ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda metro Jaya sebagai terangka kasus dugaan koruspi termasuk pemerasan terhadap SYL. Hanya saja, proses hukum yang mandek hingga kini Firli belum ditahan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.