arnews.id
arnews.id Media Online

Dulu Dukung Rusia, Kini Armenia Kirim Bantuan Ke Ukraina

94

arnews – Sekutu lama Rusia, Armenia, melontarkan pernyataan yang menohok setelah berbelok arah mendukung Ukraina dengan mengirim bantuan ke negara tersebut.

Bantuan itu merupakan kali pertama dilakukan Armenia sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Ferbruari 2022.

Armenia mendukung Ukraina karena merek frustasi usai Rusia dinilai tak mampu atau tak mau lagi membantu merek atas agresi Azerbaijan.

Perdana Menteri Nikol Pashinyan sempat mengatakan Armenia merasakan dampak karena mempercayakan Rusia demi pertahanan negaranya.

“Arsitektur keamanan Armenia 99,99 persen terkait dengan Rusia,” kata Pashinyan pada awal September lalu ke media italia.

“Tapi, hari ini kami melihat bahwa Rusia sendiri membutuhkan senjata. Rusia tak bisa memenuhi kebutuhan Armenia bahkan jika mereka mau,” tambahnya.

Armenia merupakan sekutu Rusia sejak beradab-abad lalu, tepatnya sejak penaklukan Kekaisaran Rusia ke Kaukasus pada 1817-1865. Negara ini juga mempercayakan keamanan mereka ke Kremlin sejak Uni Soviet runtuh.

Menanggapi sikap Armenia, pakar kebijakan luar negeri dari American University of Armenia, Vahram ter-Matevosyan, mengatakan Armenia dan Rusia berjarak karena kesetiaan Armenia deianggap angin lalu oleh Rusia.

Lanjutnya, Armenia bahkan rela melakukan nyaris semua hal yang diinginkan Rusia. Salah satunya, menghentikan upaya mereka menuju integrasi Eropa pada 2013.

Namun, beberapa tahun terakhir, taka da langkah signifikan dari Rusia untuk Armenia.

Kremlin juga pernah berkomitmen menjamin keamanan Armenia melalui Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif.

“Rusia gagal memenuhi jajnjinya untuk mengamankan koridor Lachin. Rusia gagal mengirim senjata yang dibeli Armenia dari Rusia. Rusia gagal membatasi perluasan dan agresivitas Azerbaijan ke Armenia,” kata Matevosyan, dikutip dari CNN.

Di sisi lain, beberapa tahun terakhir ketegangan antara Armenia dan Azerbaikan meningkat.

Pemicu konflik kedua negara itu adalah wilayah yang ada di Pegunungan Kaukasus Nagorno-Karabakh. Wilayah ini juga menjadi penyebab perang selama tiga decade terakhir.

Nagorno-Karabakh diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan. Namun, sebagian penduduk wilayah itu merupakan etnis Armenia.

pada 2020 misalnya, terjadi konflik 44 hari usai Azerbaijan menyerang Armenia menggunakan drone dan jet tempur F-6 Turki. Dalam serangan ini, Armenia kalah telak.

Imbas dari konflik itu, sepertiga wilayah Nagorno diklaim Azerbaijan. Namun, konflik tak kunjung usai.

Rusia lalu menawarkan negoisasi ke kedua negara agar gencatan senjata. Salah satu isi kesepakatan ini mengerahkan sekitar 2.000 pasukan penjaga perdamaian Kremlin ke Nagorno-Karabakh untuk menjaga koridor Lachin.

Koridor itu menjadi satu-satunya jalan untuk menghubungkan Rusia dan Armenia.

Seiring berjalannya waktu, pasukan perdamaian Rusia dilaporkan tak mencegah pasukan azerbaija mendirikan pos pemeriksaan militer sepanjang koridor Lachin. Impor makanan pun menjadi terhambat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.