arnews.id
arnews.id Media Online

Ditodong Senjata Api, Wapres Argentina Lolos Dari Upaya Pembunuhan

175

arnews – Wakil Presiden sekaligus mantan presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, nyaris tertembak setelah seorang pria tidak dikenal tiba-tiba saja menodongkan pistol tepat diwajahnya pada Kamis, (1/9).

Seorang pria mencoba menembka de Kirchner tetapi pistol yang ia todong gagal Meletus. Upaya penembakan tersebut terjadi di luar rumah de Kirchner di Buenos Aires.

Dalam video yang beredar di media, tampak di Kirchner tengah tersenyum kala berjalan di tengah massa yang mengelilinginya. Kemudia seorang pria tiba-tiba muncul dari arah kerumunan mendekat ke depan de Kirchner lalu menodongkan pistol ke arah wajahnya.

Kejadian itu lantas membuat orang-orang disekitar de Kirchner panik dan berlarian.

Kementerian Keamanan Argentina menuturkan senjata yang digunakan pelaku adalah senjata api 380 dengan peluru didalamnya.

Menteri Keamanan Anibal Fernandez menuturkan bahwa senjata itu memuat lima peluru, “tetapi tidak keluar meski pelatuknya ditarik,” katanya dikutip dari The Guardian.

Menurut pemberitaan media Argentina, Telam, pelaku itu diketahui bernama Fernando Andre Sabag Montiel dan merupakan warga negara Brazil

Insiden ini pun mendapat tanggapan dari Presiden Argentina Alberto Fernandez.

“Cristina masih hidup karena beberapa alasan yang masih belum bisa dikonfirmasi saat ini. Senjata itu, yang memuat lima peluru, tidak menembak meski pelatuknya ditarik,” kata Ferandez.

Ia juga menilai tindakan percobaan pembunuhan ini merupakan serangan terhadap demokrasi.

Fernandez di Kirchner sendiri merupakan salah satu tokoh politik kenamanaan Argentina. Ia menjabat sebagai presiden sejak 2007 hingga 2015, kemudian menjabat sebagai wakil presiden pada 2019.

Meski begitu, de Kirchner sempat tersandung kasus korupsi. Pada Agustus, seorang jaksa mendesak mantan presiden itu agar dihukum 12 tahun penjara karena dituduh korupsi. Namun pengadilan masih belum menetapkan hukuman tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.