arnews.id
arnews.id Media Online

Demi Nafkahi Keluarga, Tukang Sol Sepatu Bertahan Di Masa Pandemi

22

Cilegon, arnews – Di tengah kemajuan Zaman yang makin canggih dan meningkatnya variasi gaya hidup masyarakat saat ini, ternyata tidak membuat sebagian masyarakat meninggalkan tukang sol sepatu untuk memperbaiki sepatunya yang rusak.


Di hari Rabu(5/1), arnews menemui seorang tukang sol sepatu yang sedang melayani pelanggannya di sekitar lingkungan perumahan Kelurahan Purwakarta, sambil asyik menjahit sepatu yang sedang diperbaiki itu, Mang Aceng (65) berbagi cerita kepada arnews.


Meski usianya tak lagi muda, Mang Aceng masih terus semangat menekuni profesinya sebagai tukang sol sepatu keliling di Kota Cilegon. Sudah 47 tahun Mang Aceng menjalani profesi ini sebagai mata pencariannya. Walau sudah banyak produsen sepatu yang menggunakan alat – alat canggih dalam memproduksi produknya, tidak menyurutkan semangat Mang Aceng dalam menjalankan profesinya ini.


Dalam menjalankan usahanya ini, ia mengakui jika masa pandemi COVID-19 mempengaruhi penghasilannya, ditambah lagi ada peraturan PPKM dari pemerintah yang membatasi kegiatan masyarakat , karena hal itu membuat masyarakat yang ingin menggunakan jasanya jadi berkurang. Namun demikian, dari usahanya ini Mang Aceng tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab menafkahi isteri dan 8 orang anaknya, begitu juga disaat menjelang Hari Raya Idul Fitri di masa pandemi ini, Mang Aceng tetap berusaha pulang ke kampung halamannya di Garut untuk berkumpul bersama keluarganya.


“Sekarang mah kurang rame kaya dulu, apalagi ada covid ini, tapi dapat berapa aja Alhamdulillah saya mah disyukuri aja, dari menjahit sepatu ini bisa Menuhi kebutuhan isteri sama delapan anak. Lebaran kemarin juga saya tuh tetap pulang kampung walaupun sama pemerintah dilarang, karena biar gimana juga saya harus ngumpul sama keluarga” kata Mang Aceng kepada arnews.


Sedang dalam kesehariannya, Mang Aceng tinggal bersama dengan delapan orang teman seprofesinya di sebuah rumah kontrakan yang ia sewa seharga Rp.500.ribu per bulannya. Mang Aceng Bersama rekan lainnya mengumpulkan uang sebesar Rp.2000 setiap harinya selama satu bulan, yang kemudian uang tersebut digunakan untuk membayar rumah kontrakan yang ia tempati bersama rekan – rekannya.


“saya disini ngontrak bareng teman- teman, ada 8 orang satu rumah, kita setiap hari naro dua ribu rupiah, terus dikumpulin selama satu bulan, itu buat bayar kontrakannya” ungkapnya.


Mang Aceng juga mengatakan, “ saya mah mau tetap begini aja (sebagai tukang sol sepatu-red), karena cuma ini keahlian saya dari kecil. Semoga pandemi ini cepat selesai biar semua usaha bisa normal lagi “, harap Mang Aceng.
Alasan itulah yang membuat Mang Aceng masih terus bertahan dengan profesinya sebagai tukang sol sepatu, yang sudah dilakoninya sejak tahun 1974.(Sy)

Leave A Reply

Your email address will not be published.