arnews.id
arnews.id Media Online

China: Lagi-Lagi Veto AS Hancurkan Mimpi Rakyat Palestina

23

arnews – China kembali mengkritik keras langkah Amerika Serikat yang lagi-lagi menggunakan hak vetonya dalam voting resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal pelastina pada Kamis (18/4).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan veto AS telah menghancurkan impian rakyat Palestina.

“Lagi-lagi vero AS yanng menolak keanggotaan penuh Palestina di PBB dan menghancurkan impian rakyat Palestina yang telah bertahan selama puluhan tahun. Sejarah dan masyarakat dunia tidak akan melupakan tindakan yang tidak amsuk akal ini,” kata Lin Jian dalam konferensi pers rutin di beijing pada Jumat (19/4).

DK PBB yang terdiri dari 15 anggota mengadakan pertemuan di New York untuk melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi terkait keanggotaan penuh Palestina di lemabaga tersebut.

Draf resolusi di digagas oleh Aljazair berisikan rekomendasi DK PBB kepada Majelis Umum untuk menerima Palestina sebagai anggota Penuh.

“Negara Palestina yang merdeka telah menjadi Impian lama bagi generasi Palestina Keanggotaan penuh PBB untuk Palestina merupakan langkah penting dalam proses bersejarah ini,” Lin Jian.

Palestina, menurut Lin Juan, pertama kali mengajukan permohonan keanggotaan pada 2011. Saat itulah keanggotaan Palestina juga ditunda karena adanya penolakan dari AS dan 13 tahun kemudian hal tersebut kembali terulang.

“Konflik Palestina -Israel masih terus berlanjut. Krisis kemanusiaan ayng parah terus terjadi di Gaza,” ungkap Lin Jian.

Draf resolusi DK PBB soal keanggotaan Palestina ini menerima 12 dukungan dari total 15 negara anggota DK PBB. Dua anggotanya yakni inggris dan Swiss abstain, dan satu anggota lainnya yakni Amerika Serikat menolak.

Sebuah resolusi DK PBB memerlukan setidaknya sembilan suara yang mendukung tanpa veto dari lima anggota tetapnya agar dapat diadopsi atau disahkan.

Kelima negara anggota tetap DK PBB itu yakni AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China.

Sebelumnya, para diplomat di markas PBB telah memprediksi voting draf resolusi ini akan didukung oleh setidaknya 13 negara anggota DK PBB. Namun, AS sudah diprediksi bakal menggunakan hal vetonya untuk membatalkan draf resolusi ini yang dapat merugikan sekutu dekatnya, Israel.

Palestina sendiri sudah berstatus sudah berstatus sebagai negara pengamat atau observer di PBB sejak 2012 sehingga memungkinkan utusannya berpartisipasi dalam pertemuan dan organisasii-organisasi PB. Meski begitu, Palestina tidak punya hak suara dalam voting PBB.

Leave A Reply

Your email address will not be published.