arnews.id
arnews.id Media Online

BRIN: PLTN Pertama Indonesia Dibangun 2030

116

arnews – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan Indonesia akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pemerintah disebut telah mengolah data, serta mengerucutkan untuk melakukan Pembangunan PLTN sekitar tahun 2030.

Kepalda Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Rohadi Awaludin mengatakan saat ini rencana Pembangunan PLTN itu masih dalam tahap pembicaraan awal. Pihak-pihak terkait seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral hingga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Beppenas sudah menjalin Komunikasi awal.

“Ini masih dalam pembicaraan oleh berbagai pihak, yakni Kementerian ESDM dan Bappenas. Ditanya saat ini sudah mengerucut ke tahun 2030-an, hanya saja tidak tahu 2030 awal atau akhir, karena belum final,” kata Rohadi di Jakarta, Jumat (13/10), dikutip dari Antara.

Rohadi menjelaskan Pembangunan PLTN di Tanah Air bisa menggunakan dia tipe kapasitas, yaitu kapasitas kecil yang ditunjukan untuk wilyah administrative dengan jumlah penduduk sedikit, serta kapasitas besar yang bisa dibangun untuk wilayah perkotaan.

Besaraan ternaga listrik yang dihasilkan untuk kapasitas besar bisa mencapai 1.000 megawatt, Sementara pembangkit yang berkapasitas kecil dapat menghasilkan tenaga sebesar 100-200 megawatt.

“Untuk daerah yang terpencil, skala kapasitas yang digunakan akan kecil, akalu yang kota besar membutuhkan PLTN dalam skala besar. Besarnya itu sekitar 1.000 megawatt, sedangkan yang kecil 100-200 megawatt atau bahkan ada yang dibawah 100 megawatt,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rohadi menjelaskan PLTN memiliki beberapa kelebihan, di antaranya tenaga listrik yang dihasilkan lebih stabil dan berkesinambungan. Dengan demikian hal tersebut membuat pemadaman listrik akibat kekurangan daya dapat diminimalisasi.

Selain itu, ia menyebut penggunaan PLTN lebih baik dibanding pembangkit listrik tenaga fosil, karena reaksi yang dihasilkan dari reactor tidak mengeluarkan karbon dioksida. Oleh karena itu, penggunaan PLTN bisa sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia nol emisi karbon pada 2060.

Sebelumnya, pada Maret lalu, PT ThorCon Power Indonesia (TPI) mengumumkan rencana membangun PLTN pertama di Indonesia. Pembangkit itu rencananya berkapasitas 500 megawaat (TMRS500).

Direktur Operasi PT ThorCon Power Indonesia Bob S Effendi mengungkapkan perusahaan menyiapakan investasi sekitar Rp17 triliun untuk membangun pembangkit nuklir dengan reactor thorium. Reactor nuklir itu rencananya dibuat di ata galangan kapal di Korea Selatan.

Setelah jadi, kapal reactor itu akan berlabuh di Pelabuhan yang dibangun di Pulau Gelasa, kelpulauan Bangka-Belitung.

“Memang investasi Rp17 triliun. Kita tifak membangun palnting di Indonesia, kita membangunnya itu di Koresa (Selatan), di atas kapal, tapi yang dibangun di sini lebih kepada Pulau Gelasanya, Pelabuhannya dan juga fasilitas uji inovasi,” kata Bob dalam konferensi pers di kantor Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Jakarta pusat.

Setelah beroperasi, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan membangun pabrik reactor nuklir di Indonesia. Kemungkinan pabrik akan dibangun di Bangka Belitung atau lebih tepatnya di Pulau Gelasa selepas 2030.

Leave A Reply

Your email address will not be published.