arnews.id
arnews.id Media Online

Bekerja Pakai Piayama Jadi Tren Baru Di China

21

arnews – Menggunakan pakain formal, jas, atau kemeja adalah hal lumrah yang biasanya  digunakan para pekerja. Tapi hal berbeda justru terjadi di China, ke kantor dengan pakaian rumahan yang nyaman, bahkan tidak sedikit yang memakai piayam jadi tren belakangan ini.

Seorang pekerja muda yang dikenl  juga dengan sebutan Gen Z baru-baru ini memamerkan bagaimana dia memilih pakaian berangkat kerja. Aktivitasnya dibagikan melalui video di paltform media  sosial TikTok.

Melansir HARI Brew, dia memperlihatkan sendall rumah, celana piyama yang terlihat agak longgar, yanng dilengkapi dengan sweater coklat yang terlihat lusuh.

Video itu kemudian jadi tren tersendiri di kalangan pekerja yang akhirnya mengikuti cara wanita itu berpakaian untuk berangkat kerja.

“Saya hanya berpikir tidak ada gunannya mengeluarkan uang untuk berdandan saat bekerja, karena saya tidak hanya duduk di sana,” kata Cindy Luo, wanita yang membagikan video itu yang juga bekerja sebagai desainer interior di Wuhan.

Cara cindy Luo berpakaian ini kemudian memicu tagar baru media sosial. Tagar itu yakni #grossoutfitatwork. Pekerja yang   kebanyakan wanita kemudian juga membagikan pakain versi mereka yang palinng nyaman.

Cindy luo memang tidak ingin repot0repot memilih pakaian mewah dan serasi yang membuatnya terlihat seperti pekerja kantoran ‘umum’.

Dia justru memilih pakaian yang nyaman selama bekerja, walaupun dia harus meninggalkan rumah menunju ke tempat kerja dengan pakaian itu.

Di China, seperti banyak tempat lain di dunia, wanita mempunyai standar yang lebih tinggi dalam pakaian kantor, sementara pakaian laki-laki sering kali tidak memerlukan pertimbangan.

Dilaporkan New York Timer, bagi pawa pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok yang hampir seluruhnya laki-laku, pilihan pakaian yang akan mereka kenakan cukup sederhana –“ting jug feng,” atau “gaya kantor dan biro.”

Ini adalah tampilan yang lembut dan bersahaja dari tipikal birokrat tingkat menengah, gaya yang sering dipakai Presiden China Xi Jinping.

Namun kini semua berubah, walaupun mungkin tidak semua mengikut tresn pakain santai saat bekerja, tapi bisa banyak pekerja yang tidak ingin terlalu terlihat dengan pakaian terlalu formal.

Di Weibo, X versi China, topik ini memicu diskusi yang luas tentang mengap generasi muda saat inni tidak mau berdandan untuk bekerja.

“Ini adlah kemajuan zaman,” kata Xiao Xueping, seorang psikolog di Beijing.

Dia mengatakan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang relatif lebih inklusif dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka belajar untuk mengutamakan perasaan mereka sendiri.

Xiao berkata bahwa pakain tersebut mungkin merupakan bentuk protes yang bertanggung jawa, karena orang-orang masih melakukan pekerjaanya.

Hal ini  juga merupakan tanda bagaimana negara-negara mengevaluasi kembali nilai-nilai dan prioritas ketika mereka mencapai tingkat kemakmuran yang lebih tinggi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.