arnews.id
arnews.id Media Online

Awas Penipuan Model “Tinder Swindler” Indonesia, Sok Kaya Untuk Menjerat Targetnya

74

arnews – Media sosial twitter kembali digemparkan dengan tulisan seorang warganet yang menceritakan tentang kisahnya saat dirinya tertipu oleh ‘Tinder Swindler Indonesia”. Tulisan yang berisi curhatan tersebut dibagikan oleh akun Twitter @malamtanpakata, yang diunggah pada hari Rabu (16/3)

Cuitan bermula tentang perkenalannya dengan seseorang pria yang mengaku bernama James Daniel Sinaga. Dalam cuitannya, pelaku penipuan ini mengaku punya banyak pabrik
“Di Bandung itu ada pabrik textile garment di 4 lokasi total 22rb karyawan, di Tangerang ada pabrik alat berat 820 orang karyawan, di APL Tower properti ada 500 karyawan, sisanya franchise ada mungkin 500 orangan dari mulai” isi chat James Daniel Sinaga yang diunggah oleh @malamtanpakata

Kemudian pria yang mengaku bernama James itu melancarkan aksinya dengan menawarkan barang elektronik mahal kepada korbannya dengan menawarkan barang elektronik mahal tersebut kepada korbannya, pelaku meminta transfer sejumlah uang dengan alasan bank sedang limit dan berjanji uang tersebut akan diganti saat mereka bertemu

“Kemudian dia sempet nawarin unit grand opening ibox yang masih sisa. Dengan cuman membayar pajaknya. Jadi aku cross check dong sama followers dia di instagram (skrg ig nya udah deactive. @jdaniel.1992)” jelas pemilik akun @malamtanpakata

Korban mengaku tergiur dengan tawarannya diakibatkan cara pelaku bicara, dan mannerism membuat korbannya percaya 100%. Sampai saat ini, puluhan korban bermunculan mengomentari penipuan yang dilakukan pria yang mengaku bernama James.

Tinder Swindler merupakan film dokumenter Netflix yang menceritakan tentang seorang penipu bersama Simon Leviev. Diceritakan bahwa Simon Leview berpura-pura sebagi orang kaya untuk kemudian menipu korbannya lewat aplikasi Tinder, kemudian ia akan meminta korban untuk transfer sejumlah uang yang akhirnya tak penah dikembalikan.(Rj)

Leave A Reply

Your email address will not be published.