arnews.id
arnews.id Media Online

AS Bombardir  85 Titik Di Irak Dan Suriah

32

arnews – Amerika Serikat menggempur lewat udara  ke 85 titik di tujuh lokasi di Suriah dan Irak di wilayah yang didukung militant Iran pada Jumat (2/2) waktu setempat.

Serangan ini juga ditengarai bakal menjadi awal dari serangkaian serangan AS berskala besar terhadap milisi dukungan Iran yang sebelumnya menyerang pasukan AS di Timur Tengah.

Sebelumnya serangan militant yang didukung Iran menewaskan tiga anggota militer AS dan 40 lainnya terluka di Yordania.

Presiden Joe Biden mengatakan bahwa serangan AS akan berlanjut.

“Amerika Serikat tidak menginginkan konflik di Timur Tengah atau di mana pun di dunia. Tapi semua orang yang mungkin ingin menyakiti kami mengetahui hal ini. Jika Anda orang Amerika, kami akan meresponsya,” kata Biden.

Serangan pada hari Jumat ini lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya terhadap milisi yang didukung Iran selama beberapa minggu terakhir. Sebelummnya serangan AS lebih fokus pada penyimpanan senjata atau fasilitas pelatian.

Namun pemerintah AS ingin mencegah dan menghentikan serangan lebih lanjut dan tetap menghindari konflik skala besar dengan Iran di Wilayah yang sudah bergejolak akibat agresi Israel di Gaza.

Komando pusat AS mengkonfirmasi dalam sebah bahwa serangan udara dilakukan di Irak dan Suriah terhadap Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dan kelompok milisi berafiliasi.

“Kita, pasukan militer menyerang lebih dari 85 sasaran, dengan banyak pesawat yang diterbangkan dari Amerika Serikat. Serangan udara tersebut menggunakan lebih dari 125 amunisi persisi,” kata pertnyataan itu.

“Fasilitas yang diserang termasuk operasi Komando dan kendali, pusat intelijen, roket dan ruda, dan penyimpanan kendaraan udara tak berawak, serta fasilitas rantai pasokan logistic dan amunisi kelompol milisi dan sponsor IRGC yang memfasilitasi serangan  terhadap pasukan AS dan Koalisi.”

Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu adalah respons awal dari AS.

“Kami yakin serangan itu berhasil,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby.

Litjen Douglas Sims, direktur Kepala Staf Gabungan, mengatakan bahwa lokasi serangan dipilih dengan rencana bahwa kemungkinan besar aka nada korban jiwa dari IRGC dan personel milisi lainnya.

Serangan itu terjadi segera setelah Biden bertemu dengan anggota keluarga tentara yang tewas di Yordania.

Leave A Reply

Your email address will not be published.