arnews.id
arnews.id Media Online

21 Tentara Israel Tewas Dalam Serangan Hamas Paling Mematikan Di Gaza

68

arnews – Sebanyak 21 tentara Israel tewas di Jalur Gaza dalam serangan paling mematikan yang dilakukan Hamas sejak agresi Zionis diluncurkan Oktober lalu.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel melaporkan pasukan cadangannya tewas saat sedang mempersiapkan bahak peledak untuk menghancurkan dua bangunan di Gaza tengah pada Senin (22/1).

Kala itu, seorang anggota milisi menembakan granat berpeluncur roket (rocket propelled grenade/RPG) ke sebuah tank di dekatnya. Ledakan itu pun memicu bahan peledak dan menyebabkan kedua bangunan tersebut roboh menimpa tentara Zionis di dalamnya.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan insiden itu merupakan “pagi yang sulit dan menyakitkan.”

Kendati begitu, dia menekankan bahwa Israel masih berkomitmen untuk terus maju mencapai kemenangan.

“Perang ini akan menentukan masa depan Israel selama beberapa decade mendatang, dan jatuhnya para tentara merupakan persyaratan untuk mencapai tujuan perang ini,” kata Gallant dalam unggahan di X, seperti dikutip Associated Press, Selasa (23/1).

Serangan ini terjadi di saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berluang kali bersumpah bakal terus menyerang Gaza sampai kelompok Hamas musnah, serta membebaskan lebih dari 100 sandera di Gaza.

Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 25 ribu orang. Kondisi warga sipil pun kian hari kain mengkhawatirkan karena dilanda krisis kemanusiaan hebat.

Pada Senin (22/1), puluhan warga Palestina tewas imbas pertempuran sengit di kota Selatan Khan Younis. Operasi darat Israel memang difokuskan ke Khan Younis, usai pasukan militer mengklaim setelah mengalahkan Hamas di Gaza utara.

Israel percaya para Komandan Hamas bersembunyi di terowongan besar di bawah kota Khan Younis, yang menjadi kampung halaman dari pemimpin tertinggi Hamas, Yahya Sinwar.

Menaggapi banyaknya korban sipil yang berhatuhan dan situasi kemanusiaan yang begitu mengkhawatirkan, komunitas internasional pun semakin mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan dan menyetujui kemerdekaan negara Palestina.

Amerika Serikat, sekutu paling dekat Israe, bahkan ikut bergabung dalam seruan ini.

Kendati begitu, Netanyahu menolak mentah-mentah gagasan tersebut.

Sebaliknya ia mengatakan Israel perlu memperluas operasi dan mengambil alih sisi perbatasan Gaza dengan Mesir,di mana ratusan ribu warga Gaza tengah mengunngsi di sana.

Pemerintah Mesir jelas marah dan protes. Kepala Dinas Informasi Mesir, Diaa Rashwan, mengatakan setiap langkah Israel untuk emduduki daaerah perbatasan hanya akan “mengarah pada ancaman serius” terhadap hubungan kedua negara.

Mesir dan Israel menandatangi perjanian damai pada 1979 usai bersitegang bertahun-tahun karena Perang Arab-Isael pada 1948.

Leave A Reply

Your email address will not be published.